Ia memperingatkan bahwa serangan militer AS di masa depan akan jauh lebih dahsyat dibandingkan operasi sebelumnya.
Namun, Trump menolak memberikan kepastian apakah intervensi militer telah diputuskan, seraya menyatakan bahwa semua opsi tetap terbuka.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Presiden Trump tetap memprioritaskan jalur diplomasi dan mendorong Iran menerima tawaran negosiasi dari Washington.
“Presiden telah menyampaikan dengan jelas bahwa ia menginginkan penyelesaian melalui perundingan. Akan menjadi pilihan bijak bagi Iran untuk menerima kesepakatan tersebut,” ujar Hegseth.
Meski demikian, ia menekankan bahwa diplomasi AS didukung oleh kekuatan militer yang tak tertandingi. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi alat pencegah utama dalam menjaga stabilitas global.
Hegseth juga menyinggung operasi militer AS terhadap Iran dalam konflik singkat pada Juni lalu, yang disebut berlangsung cepat dan presisi tinggi.
“Dunia telah melihat kemampuan Amerika. Perdamaian melalui kekuatan bukan slogan, tapi tindakan nyata,” tegasnya.