Kemlu RI Siagakan Evakuasi WNI di Iran, Status Siaga 1 Tetap Berlaku di Tengah Ancaman Trump!

news.fin.co.id - 23/02/2026, 20:30 WIB

Kemlu RI Siagakan Evakuasi WNI di Iran, Status Siaga 1 Tetap Berlaku di Tengah Ancaman Trump!

fin.co.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran terus memantau kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Meski situasi di lapangan disebut masih kondusif, pemerintah tetap memberlakukan status Siaga 1 untuk Iran dan menyiapkan berbagai opsi evakuasi jika kondisi memburuk.

Pemantauan Intensif KBRI Teheran

Advertisement

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa pemantauan terhadap WNI terus dilakukan secara aktif oleh KBRI Teheran.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan.

“Semua rencana kontingensi tetap disiapsiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan,” ujar Heni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 23 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa komunikasi rutin dengan para WNI di berbagai kota di Iran terus dijalin untuk memastikan kondisi mereka aman dan terkendali.

Status Siaga 1 Masih Berlaku

Sejak Juni 2025, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah menetapkan status Siaga 1 untuk Iran. Status ini berarti tingkat kewaspadaan tertinggi dan biasanya diikuti dengan kesiapan rencana kontingensi, termasuk evakuasi.

Meski situasi di Teheran dan kota-kota lain saat ini terpantau relatif kondusif, pemerintah tidak ingin mengambil risiko.

“Kepada seluruh WNI di Iran diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, turut memantau perkembangan situasi terkini, serta menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran,” kata Heni.

Imbauan tersebut menjadi penting mengingat dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang sangat cepat berubah.

Advertisement

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Memanas

Situasi keamanan di Iran kembali menjadi sorotan setelah hubungan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID