"Tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," imbuh Dasco, menjelaskan alasan strategis di balik langkahnya yang patut diapresiasi. Upaya ini sejalan dengan semangat kemandirian industri yang terus digaungkan oleh pemerintah.
Jika ternyata perusahaan dalam negeri mampu menyuplai kebutuhan mobil pikap tersebut, maka kontrak besar dengan India bisa jadi dievaluasi total, atau bahkan dialihkan sepenuhnya ke produsen lokal. Ini akan menjadi pukulan telak bagi importir, sekaligus angin segar bagi industri otomotif tanah air yang membutuhkan stimulus.
Tunggu Kalkulasi Final Presiden, Industri Otomotif Menanti
Hingga saat ini, pelaku industri otomotif dan masyarakat luas masih dibuat penasaran menanti kepastian hasil evaluasi tersebut. Jika rencana impor ini tetap berjalan, jalanan desa dan kelurahan di seluruh penjuru Indonesia bisa saja segera dipenuhi oleh ribuan unit Scorpio Pikup dan truk Tata Motors. Namun, sebaliknya, jika Presiden memutuskan untuk memprioritaskan karya anak bangsa, peta persaingan otomotif tahun 2026 akan mengalami perubahan drastis.
DPR berharap besar agar pemerintah tidak mengambil langkah sepihak yang dapat merugikan ekosistem industri nasional. Keputusan final kini sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo sekembalinya ke tanah air. Beliau akan memastikan apakah impor ratusan ribu unit mobil ini memang benar-benar mendesak, atau justru dapat sepenuhnya dipenuhi oleh keringat para pekerja di pabrik-pabrik lokal kita. - Anisha Aprilia/Disway -