Anak Siap Masuk SD? Psikolog Michelle Brigitta Shanny Ungkap Tanda-Tandanya, Bukan Cuma Soal Usia

news.fin.co.id - 24/02/2026, 16:42 WIB

Anak Siap Masuk SD? Psikolog Michelle Brigitta Shanny Ungkap Tanda-Tandanya, Bukan Cuma Soal Usia

fin.co.id - Masuk Sekolah Dasar (SD) sering kali dianggap sekadar soal usia. Banyak orang tua berpatokan pada angka 6 atau 7 tahun sebagai syarat utama.

Padahal, menurut psikolog klinis anak dan remaja lulusan Universitas Padjadjaran, Michelle Brigitta Shanny, kesiapan anak masuk SD jauh lebih kompleks dari sekadar umur.

Ia menegaskan bahwa orang tua perlu melihat berbagai aspek perkembangan anak sebelum memutuskan mereka siap masuk ke lingkungan sekolah formal.

Advertisement

Persiapan ini bukan hanya soal kemampuan akademik seperti membaca atau berhitung, tetapi juga mencakup kebiasaan harian, kemandirian, hingga keterampilan sosial dan emosional.

Bukan Sekadar Pintar Baca dan Tulis

Banyak orang tua merasa lega ketika anaknya sudah bisa membaca atau berhitung sebelum masuk SD. Namun menurut Michelle, kemampuan akademik bukanlah satu-satunya indikator kesiapan sekolah.

Anak yang masuk ke jenjang Sekolah Dasar akan menghadapi sistem yang lebih terstruktur. Mereka harus duduk lebih lama, mengikuti instruksi guru, serta berinteraksi dengan banyak teman dalam satu kelas.

“Guru di SD nggak mungkin memperhatikan satu anak saja, karena harus menangani banyak murid,” jelas Michelle.

Artinya, anak perlu memiliki tingkat kemandirian tertentu agar tidak terlalu bergantung pada bantuan orang dewasa di sekolah.

Bangun Rutinitas Harian yang Konsisten

Salah satu fondasi penting kesiapan anak masuk SD adalah rutinitas. Anak perlu dibiasakan bangun di jam yang sama setiap hari agar tubuh dan pikirannya terbiasa dengan pola teratur.

Selain itu, anak juga perlu belajar bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, seperti:

Advertisement
  • Makan tanpa disuapi

  • Memakai sepatu sendiri

  • Merapikan tas atau mainannya

  • Menyimpan barang di tempat semula

Kemandirian kecil seperti ini akan sangat membantu ketika anak mulai sekolah. Mereka tidak lagi menunggu instruksi terus-menerus dan bisa menyesuaikan diri dengan ritme kelas.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID