Nasional . 27/02/2026, 17:48 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Di tengah polemik itu, perhatian sebagian pengamat justru tertuju pada teknologi yang dinilai lebih revolusioner, kapal induk untuk drone. Bukan kapal di laut, melainkan “kapal induk di udara”. Teknologi tersebut datang dari China lewat drone raksasa bernama Jiu Tian atau “Surga Kesembilan”.
Jiu Tian disebut sebagai drone besar yang mampu memuat dan melepas hingga 100 drone kamikaze kecil sekaligus. Konsep ini menjadikannya sebagai airborne drone carrier atau kapal induk terbang.
Laporan dari lembaga riset pertahanan Amerika Serikat yang dikutip Popular Mechanics menyebutkan bahwa kawanan drone yang dilepaskan dari Jiu Tian dapat dengan cepat dikonsentrasikan untuk misi serangan maupun pengintaian.
Artinya, satu unit drone raksasa dapat menjadi pusat komando sekaligus platform peluncur bagi ratusan drone kecil yang bergerak serempak dalam pola swarm atau kawanan.
Muncul Perdana di Zhuhai Airshow
Jiu Tian pertama kali diperkenalkan ke publik dalam ajang Zhuhai Airshow pada November 2024. Saat itu, ia diperkenalkan dengan nama Smart-configuration Support Unmanned Aerial Vehicle (SS-UAV) atau Jetank.
Pengembangannya melibatkan sejumlah perusahaan teknologi di Shaanxi dan Guangzhou, bersama Institut Riset dan Desain Pesawat I milik Aviation Industry Corporation of China (AVIC).
Menurut laporan media China seperti CCTV dan South China Morning Post, proyek ini dikerjakan dalam waktu sekitar 18 bulan dengan biaya mencapai US$500 juta. Hingga April lalu, empat unit disebut telah diproduksi, dan penerbangan perdana dilakukan pada Desember di tahun yang sama.
Spesifikasi: Raksasa 11 Ton di Udara
Secara ukuran, Jiu Tian tergolong drone ekstra besar. Bentang sayapnya mencapai 25 meter, hampir setara dengan pesawat komersial seperti Boeing 737.
Drone ini kerap dibandingkan dengan RQ-4 Global Hawk milik Angkatan Udara Amerika Serikat. Keduanya sama-sama dirancang untuk terbang tinggi, jauh, dan dalam durasi lama.
Beberapa spesifikasi utama Jiu Tian antara lain:
Bobot maksimum: 11 ton (sekitar 1,5 kali RQ-4)
Ketinggian terbang maksimum: 49.000 kaki
Daya tahan terbang: hingga 12 jam
Kecepatan maksimum: 700 km/jam
Jarak jelajah: 4.350 mil
Kapasitas muatan: hingga 6,6 ton
Di bagian hidungnya terpasang antena elektro-optis, sensor inframerah, serta kubah radar pemindai permukaan. Kombinasi ini membuatnya mampu menjalankan misi pengintaian jarak jauh dengan kemampuan deteksi canggih.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media