Sejumlah laporan mengaitkan kasus ini dengan konflik keuangan di dunia kripto. Ayah Igor diduga terlibat dalam jaringan penipuan aset digital melalui platform abal-abal berskala internasional.
Sementara itu, Igor dalam profil profesionalnya disebut terlibat dalam proyek kripto legal seperti Tronex dan Stakero. Namun rumor keterlibatan keluarga dalam skema penipuan global memicu ketegangan antar kelompok kriminal.
Beredar spekulasi bahwa penculikan ini merupakan aksi balas dendam dari kelompok Rusia atau Chechnya yang murka akibat kerugian besar.
Kasus ini mengingatkan publik pada insiden Januari 2025, ketika seorang WN Ukraina bernama Igor Iermakov dirampok aset kripto senilai Rp3–3,4 miliar di Ungasan, Bali.
IGOR KOMAROV DIMUTILASI DI BALI, Anak Bos Kriminal Ukraina, Video Penyiksaan, Utang Kripto Rp157 Miliar & BALAS DENDAM Geng Rusia-Chechnya
Kronologi Hilangnya Igor Komarov di Bali
Menurut Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, laporan kehilangan diterima pada 21 Februari 2026 malam.
- 19–20 Februari 2026: Igor diduga diculik di kawasan Kuta Selatan atau perbatasan Gianyar.
- 21 Februari 2026 pukul 21.00 WITA: Laporan resmi kehilangan diterima kepolisian.
- 21 Februari 2026 pukul 21.45 WITA: Razia Kamtibmas digelar di Simpang Jalan Raya Tulikup–Sidan, memeriksa 120 mobil dan 50 motor dengan hasil nihil.
Igor diketahui berada di Bali bersama Yermak Petrovsky dan pacarnya, blogger Ewa Miszałowa. Petrovsky disebut berhasil melarikan diri, sementara Igor ditangkap.
Sehari sebelum penculikan, mereka dilaporkan terlibat cekcok dengan kelompok kriminal lokal karena dianggap terlalu mencolok dan berisik.
Keesokan harinya, Igor dilaporkan ditabrak mobil saat bersepeda sebelum akhirnya menghilang.
Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian publik Indonesia, tetapi juga media besar di Ukraina, Rusia, hingga Polandia.
Media sosial dipenuhi perdebatan panas tentang keterlibatan mafia kripto lintas negara.