Dituduh Pasok Kirim Sistem Pertahanan Udara ke Iran, Cina Buka Suara! Isu Misil CM-302 dan Teknologi Fungsi Ganda Jadi Sorotan

news.fin.co.id - 03/03/2026, 19:50 WIB

Dituduh Pasok Kirim Sistem Pertahanan Udara ke Iran, Cina Buka Suara! Isu Misil CM-302 dan Teknologi Fungsi Ganda Jadi Sorotan

Presiden China Xi Jinping (indian ekspress)

fin.co.id - Kementerian Luar Negeri Cina secara tegas membantah kabar bahwa Beijing memasok sistem pertahanan udara kepada pemerintah Iran di tengah memanasnya konflik kawasan.

Bantahan ini muncul setelah laporan dari Reuters menyebut Iran hampir menyelesaikan negosiasi pembelian misil kendali anti kapal buatan Cina, CM-302. Isu tersebut kemudian dikutip oleh Bloomberg pada Selasa 3 Maret 2026.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Bloomberg, Kementerian Luar Negeri Cina menyebut laporan bahwa Beijing akan memasok misil anti kapal supersonik kepada Iran sebagai kabar yang tidak benar.

Advertisement

“Setelah serangan yang dipimpin Amerika Serikat, laporan bahwa Cina akan memasok misil anti kapal supersonik adalah tidak benar,” demikian bunyi klarifikasi tersebut.

CM-302: Misil Supersonik Jarak 290 Kilometer

CM-302 dikenal sebagai misil anti kapal berkecepatan supersonik dengan jarak tempuh sekitar 290 kilometer. Senjata ini dirancang untuk mampu menghindari sistem pertahanan udara modern, sehingga dianggap memiliki daya gentar tinggi dalam peperangan laut.

Jika benar diakuisisi Iran, misil tersebut berpotensi memperkuat kemampuan pertahanan maritimnya, terutama di wilayah strategis seperti Selat Hormuz. Namun hingga kini belum ada bukti bahwa senjata buatan Cina digunakan dalam konflik Iran-Amerika Serikat yang tengah berlangsung.

Posisi Cina di Tengah Geopolitik Asia

Dalam beberapa tahun terakhir, Cina memang aktif dalam berbagai isu geopolitik Asia, termasuk konflik Thailand-Kamboja serta ketegangan India-Pakistan. Namun dalam konflik Iran-Amerika Serikat, posisi Beijing terlihat lebih berhati-hati.

Presiden Cina, Xi Jinping, sebelumnya mengutuk serangan Amerika Serikat terhadap ibu kota Iran, Tehran, pada Sabtu (28/2/2026). Meski begitu, Kementerian Pertahanan Cina menolak memberikan komentar lebih lanjut terkait pernyataan tersebut.

Sikap ini menunjukkan Cina berusaha menjaga keseimbangan antara kepentingan diplomatik dan stabilitas kawasan.

Teknologi Fungsi Ganda Jadi Sorotan

Advertisement

Peneliti dari S. Rajaratnam School of International Studies, Yang Zi, mengatakan sulit menyebut Cina sebagai pemasok senjata utama Iran. Namun ia mengakui bahwa Cina memang memasok teknologi fungsi ganda atau dual-use technology.

Teknologi fungsi ganda dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer. Dalam konteks Iran, teknologi semacam ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pengembangan misil balistik dan pesawat tanpa awak (drone).

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID