Kronologis Siswa MIN 2 Ketahun Bengkulu Meninggal Dunia Usai Santap MBG, Asal Bahan Makanan Jadi Sorotan!

news.fin.co.id - 04/03/2026, 05:44 WIB

Kronologis Siswa MIN 2 Ketahun Bengkulu Meninggal Dunia Usai Santap MBG, Asal Bahan Makanan Jadi Sorotan!

Badan Gizi Nasional bongkar penipuan titik lokasi dapur Makan Bergizi Gratis di NTB.

fin.co.id - Kasus dugaan gangguan kesehatan usai konsumsi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Utara atau MIN 2 Ketahun menyita perhatian publik.

Seorang siswa kelas rendah berinisial M Fatih (8) dilaporkan meninggal dunia pada Minggu malam, 1 Maret 2026, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa ini langsung memicu kekhawatiran orang tua siswa, terutama karena menu yang dikonsumsi merupakan bagian dari program makan gratis yang seharusnya menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.

Advertisement

Awal Mula Kejadian di Sekolah

Berdasarkan informasi yang beredar, pada hari kejadian siswa menerima paket MBG dengan menu berupa burger, pisang, dan kacang. Fatih disebut ikut mengonsumsi makanan tersebut di sekolah.

Beberapa waktu setelah itu, ia mengalami keluhan kesehatan. Kondisinya memburuk hingga akhirnya dibawa ke RSUD Lagita untuk mendapatkan penanganan awal.

Karena keadaan tidak stabil dan sempat tidak sadarkan diri, tim medis merujuk korban ke RS Bhayangkara Bengkulu. Di sana, Fatih menjalani perawatan lanjutan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kabar duka tersebut cepat menyebar melalui media sosial dan grup percakapan orang tua murid. Bahkan sempat beredar imbauan agar wali murid tidak mengonsumsi sisa makanan MBG yang belum dimakan anak-anak mereka. Foto korban saat dirawat juga ikut tersebar dan memperkeruh suasana.

Asal Bahan Makanan Jadi Sorotan

Dalam penelusuran awal, dapur penyedia MBG untuk sekolah tersebut disebut berasal dari SPPG Giri Kencana. Seorang asisten lapangan dapur, Kemaruk Zaman, menyampaikan bahwa sebagian bahan dibeli secara eceran karena tidak tersedia dari pemasok utama.

Menurutnya, roti dan kacang untuk menu burger dibeli dari toko serta warung di sekitar Pasar D1 Ketahun. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan mengenai standar pengadaan bahan makanan dalam program yang menyasar anak-anak sekolah.

Namun, penjelasan berbeda datang dari Andi selaku penanggung jawab dapur. Ia menyebut roti burger justru dipasok oleh pihak keluarganya yang berdomisili di kawasan Unit 1, yang kini dikenal sebagai Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu Utara.

Advertisement

Perbedaan informasi ini menjadi salah satu titik yang kini didalami aparat untuk memastikan rantai distribusi bahan makanan benar-benar jelas dan sesuai prosedur.

Polisi Amankan Sampel dan Periksa Sejumlah Pihak

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID