Fin.co.id - Peristiwa mengejutkan mengguncang Bolivia. Sebuah pesawat angkut militer Lockheed C-130 Hercules mengalami kecelakaan usai mendarat di Bandara Internasional El Alto.
Yang menghebohkan, pesawat tersebut membawa uang tunai dalam jumlah fantastis: 423 juta bolivianos atau setara Rp1 triliun (17,1 juta lembar uang kertas).
Insiden terjadi Jumat sekitar pukul 18.15 waktu setempat. Pesawat tersebut baru tiba dari kota Santa Cruz ketika kecelakaan terjadi di landasan.
Sebanyak 24 orang tewas dalam peristiwa tragis ini. Rekaman video yang beredar menunjukkan badan pesawat rusak parah di darat, disertai kendaraan yang hancur di sekitar lokasi.
Tragedi ini langsung memicu perhatian nasional karena muatan pesawat bukan barang biasa, melainkan uang tunai dalam jumlah luar biasa besar.
Uang Tumpah, Warga Datang
Tak lama setelah kecelakaan, kerumunan warga mendatangi lokasi. Beberapa saksi mata terlihat mengambil uang tunai yang berserakan.
Aparat keamanan terpaksa membubarkan massa menggunakan gas air mata. Dalam sejumlah video, terlihat orang-orang berlarian menghindari kepulan gas.
Sementara sebagian lainnya terlihat membawa perisai darurat dan melempari petugas dengan batu.
Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia menyebut tim peliput menjadi sasaran kekerasan.
“Individu yang mencoba mencuri uang menyerang awak media dengan kekerasan yang tidak biasa,” demikian pernyataan organisasi tersebut.
Laporan kantor berita AFP menyebut sekitar 30 persen uang diduga telah dijarah sebelum situasi terkendali.
Bank Sentral: Semua Uang Dibatalka n
Menanggapi situasi tersebut, Banco Central de Bolivia (BCB) mengambil keputusan ekstrem.
Seluruh uang kertas yang diangkut dalam penerbangan tersebut dinyatakan tidak berlaku sebagai alat pembayaran sah. Seri tertentu yang dilaporkan sebagai seri B resmi dibatalkan oleh pemerintah.