BAHAYA! Angka Percobaan Bunuh Diri Remaja di Indonesia Naik 2,7 Kali Lipat, Faktor Ini Jadi Penyebabnya!

news.fin.co.id - 09/03/2026, 15:55 WIB

BAHAYA! Angka Percobaan Bunuh Diri Remaja di Indonesia Naik 2,7 Kali Lipat, Faktor Ini Jadi Penyebabnya!

Ilustrasi - Bunuh Diri

Jika sebelumnya berada di angka 5,4 persen, kini meningkat menjadi 8,5 persen. Artinya terjadi peningkatan sekitar 1,6 kali lipat.

Sementara itu, peningkatan paling tinggi terjadi pada kelompok remaja yang benar-benar mencoba bunuh diri.

“Yang berpikir untuk bunuh diri itu naik dari 5,4 persen ke 8,5 persen, jadi naik 1,6 kali. Yang mencoba, naiknya lebih tinggi dari 3,9 persen sampai 10,7 persen atau naik 2,7 kali lipat,” jelas Budi.

Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental pada anak dan remaja perlu mendapatkan perhatian lebih serius.

Advertisement

Data Bunuh Diri Anak dalam Dua Tahun Terakhir

Selain dari survei kesehatan pelajar, pemerintah juga mencatat berbagai kasus bunuh diri pada anak melalui laporan lembaga perlindungan anak serta layanan bantuan kesehatan mental.

Data yang dihimpun dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan layanan kesehatan mental Sejiwa 119 menunjukkan bahwa ratusan anak telah mengakhiri hidupnya dalam dua tahun terakhir.

Menurut Budi, data dari KPAI mencatat setidaknya 115 anak meninggal akibat bunuh diri dalam periode 2023–2024.

Mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia 11 hingga 17 tahun, yang merupakan rentang usia remaja sekolah.

“Data dari KPAI dan data Healing 119 itu sama. KPAI itu Komite Perlindungan Anak Indonesia. Yang menunjukkan data dia periode 2023-2024 ada 115 anak yang bunuh diri mengakhiri hidupnya. Mayoritas usia tadi 11 sampai 17,” kata Budi.

Faktor Keluarga Jadi Penyebab Utama

Menariknya, hasil kajian menunjukkan bahwa penyebab utama dorongan bunuh diri pada anak dan remaja bukan hanya berasal dari kondisi psikologis individu.

Justru faktor lingkungan keluarga menjadi penyebab terbesar.

Menurut Budi, konflik dalam keluarga serta pola pengasuhan yang tidak sehat dapat memicu tekanan mental pada anak.

“Yang nomor satu, surprisingly bukan dari psikologi anaknya tapi dari keluarganya. Jadi kalau keluarganya keluarga konflik, kemudian ada masalah di pola pengasuhan, itu menjadi salah satu penyebab yang paling tinggi untuk bunuh diri,” ujarnya.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID