Budi menegaskan bahwa orang tua dan guru memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga kesehatan mental anak.
Pasalnya, anak menghabiskan sebagian besar waktunya di dua tempat tersebut, yaitu rumah dan sekolah.
“Karena kalau kita bisa menjaga pola asuh yang bagus di level keluarga, kita bisa menjaga pola sosial dan pola pendidikannya bagus di sekolah,” ujar Budi.
Ia menambahkan bahwa jika lingkungan keluarga dan sekolah dapat memberikan dukungan yang positif, maka risiko masalah kesehatan mental pada remaja bisa ditekan secara signifikan.
“Perundungan itu terjadi di sekolah. Kalau ini bisa dijaga, itu bisa menurunkan secara drastis penyebab dari masalah kesehatan jiwa sehingga anak-anak ingin bunuh diri,” kata Budi. (*)