Trump sendiri kembali menegaskan bahwa Washington ingin memiliki pengaruh terhadap siapa yang menjadi pemimpin Iran selanjutnya.
“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami,” kata Trump kepada ABC News. “Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump pada hari Minggu tentang pemimpin tertinggi baru mana pun.
Pernyataan tersebut ditolak keras oleh pejabat Iran yang menegaskan bahwa masa depan negara mereka hanya ditentukan oleh rakyat Iran.
Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf bahkan menyindir pernyataan Trump melalui media sosial.
“Nasib Iran tercinta, yang lebih berharga daripada hidup, akan ditentukan semata-mata oleh bangsa Iran yang bangga, bukan oleh geng [Jeffrey] Epstein,” tulis Ghalibaf di X.
Penunjukan pemimpin tertinggi baru terjadi di tengah konflik yang terus memanas. Pada malam sebelumnya, serangan Israel menghantam lima fasilitas minyak di sekitar Teheran dan memicu kebakaran besar yang menyebabkan asap tebal menyelimuti ibu kota.
Perang yang kini memasuki hari kesembilan juga masih diwarnai serangan drone dan rudal dari Iran. Juru bicara IRGC Ali Mohammad Naini mengatakan negaranya masih memiliki persediaan senjata untuk melanjutkan serangan dalam waktu lama.
Ia menyebut Iran sejauh ini baru menggunakan rudal generasi pertama dan kedua, tetapi dalam beberapa hari ke depan akan mengerahkan rudal jarak jauh yang lebih canggih. *