Selain paket tersebut, Israel juga dilaporkan akan membeli tambahan amunisi senilai sekitar 298 juta dolar AS melalui skema penjualan komersial langsung.
Terjadi Setelah Operasi Militer Besar Terhadap Iran
Penjualan senjata ini terjadi hanya sekitar sepekan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran.
Operasi tersebut disebut sebagai salah satu serangan udara terbesar Washington sejak Invasi Irak 2003 atau Invasi Irak 2003.
Menurut pemerintah AS, operasi militer itu bertujuan untuk menghancurkan:
-
fasilitas produksi rudal Iran
-
sistem rudal ofensif jarak jauh
-
kekuatan angkatan laut Iran
Namun operasi tersebut justru meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel serta wilayah yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Kritik Keras dari Anggota Kongres
Keputusan pemerintahan Trump menggunakan kewenangan darurat menuai kritik dari sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat.
Salah satu kritik datang dari anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Gregory Meeks.
Ia menilai langkah tersebut justru menunjukkan pemerintah tidak sepenuhnya siap menghadapi eskalasi konflik dengan Iran.
“Pemerintahan Trump berulang kali mengatakan siap menghadapi perang ini. Namun penggunaan kewenangan darurat untuk melewati Kongres justru menunjukkan sebaliknya,” kata Meeks.
Ia bahkan menyebut situasi darurat tersebut sebagai kondisi yang diciptakan oleh pemerintah sendiri.