Potensi Lebaran 2026 Berbeda, Kemenag Prediksi 1 Syawal Bisa Tak Serempak, Ini Alasannya

news.fin.co.id - 10/03/2026, 14:52 WIB

Potensi Lebaran 2026 Berbeda, Kemenag Prediksi 1 Syawal Bisa Tak Serempak, Ini Alasannya

Geger wacana 1 Ramadan 2026 pakai standar hilal terlihat di Alaska! Cek penjelasan MUI, PBNU, dan Muhammadiyah biar nggak salah paham soal puasa.

fin.co.id - Perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia kembali berpotensi terjadi pada tahun 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memprediksi kemungkinan besar 1 Syawal 1447 Hijriah tidak akan dirayakan secara serentak oleh seluruh umat Islam di Tanah Air.

Prediksi tersebut disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat, yang menilai posisi hilal pada waktu penentuan awal Syawal belum memenuhi kriteria visibilitas yang digunakan pemerintah.

Advertisement

Sementara itu, organisasi Islam Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Pemerintah Prediksi Lebaran 21 Maret 2026

Menurut Arsad Hidayat, perhitungan astronomi atau hisab yang digunakan pemerintah menunjukkan bahwa posisi hilal pada tanggal tersebut belum memenuhi syarat yang ditetapkan oleh negara-negara anggota MABIMS.

MABIMS merupakan forum kerja sama Menteri Agama dari empat negara Asia Tenggara, yakni:

  • Brunei

  • Indonesia

  • Malaysia

  • Singapura

Dalam standar MABIMS, hilal baru dapat dinyatakan terlihat apabila memenuhi parameter tertentu saat matahari terbenam.

“Kalau kriteria rukyat versi MABIMS itu elongasinya minimal 6,4 derajat. Jadi kalau berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS memang masih belum memungkinkan untuk bisa dilihat,” kata Arsad dalam keterangannya.

Berdasarkan hitungan tersebut, pemerintah berpotensi menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret

Advertisement

Di sisi lain, Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal bahwa Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut didasarkan pada metode hisab yang mengacu pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID