Geopolitik Memanas, Adidaya Institute Minta Prabowo Tetap Dukung Palestina Sambil Manfaatkan Board of Peace

news.fin.co.id - 11/03/2026, 09:29 WIB

Geopolitik Memanas, Adidaya Institute Minta Prabowo Tetap Dukung Palestina Sambil Manfaatkan Board of Peace

Adidaya Institute menilai dukungan Palestina harus tetap jadi prioritas diplomasi Indonesia di tengah konflik Iran, AS, dan Israel.

"Termasuk dalam bidang perdagangan, investasi, teknologi, serta stabilitas ekonomi domestik," tambahnya.

Tiga Langkah Strategis Indonesia di Tengah Gejolak Timur Tengah

Menghadapi situasi genting di Timur Tengah, Adidaya Institute merekomendasikan tiga langkah strategis bagi Indonesia.

Pertama, Indonesia harus teguh mempertahankan konsistensi pada prinsip Kemerdekaan Palestina sebagai jangkar diplomasi.

Langkah ini krusial untuk menjaga integritas moral dan kredibilitas internasional Indonesia.

Kedua, Indonesia perlu aktif terlibat dalam upaya de-eskalasi konflik global.

Memanfaatkan posisinya sebagai negara non-blok dengan hubungan baik ke berbagai pihak, Indonesia dapat menjadi mediator yang efektif.

Ketiga, melakukan evaluasi strategis mendalam terhadap berbagai konfigurasi diplomasi global, termasuk meninjau kembali efektivitas inisiatif perdamaian yang ada saat ini.

Survei Adidaya Institute yang dilakukan antara Desember 2025 hingga Februari 2026 menunjukkan temuan menarik dari 72 responden ahli.

Sebanyak 23,30 persen ahli menempatkan program dukungan Palestina Merdeka sebagai jangkar utama (Anchor).

Sementara itu, 43 persen ahli menilai program Kampung Nelayan, KDKMP, dan 3 Juta Rumah sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi.

Program-program lain seperti Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, Lumbung Pangan, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dikategorikan sebagai stabilisator sosial.

Survei ini dilaksanakan di 12 kota besar di Indonesia, melibatkan responden dari beragam latar belakang profesi seperti akademisi, legislatif, birokrat, pelaku usaha, tenaga kesehatan, dan aktivis.

Metode penelitian yang digunakan meliputi analytical hierarchy process, in-depth interview, dan focus group discussion (FGD). (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID