fin.co.id - Dua pekerja migran Indonesia (PMI) berhasil dipulangkan dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memberikan pernyataan resmi.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam memfasilitasi proses evakuasi warga negara Indonesia dari Iran.
Ia menilai upaya tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan keamanan seluruh WNI di luar negeri, termasuk para pekerja migran.
"Kami mengapresiasi langkah cepat Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI yang telah memfasilitasi pemulangan WNI dari Iran, termasuk dua pekerja migran Indonesia," ujarnya, dikutip Kamis, 12 Maret 2026.
"Keselamatan warga negara, termasuk PMI, menjadi prioritas pemerintah," sambung Wamen Christina.
Diketahui, pemerintah mengevakuasi sebanyak 32 WNI dari Iran secara bertahap. Dari jumlah tersebut terdiri atas 10 pekerja profesional, satu pengajar atau jurnalis, 14 pelajar atau mahasiswa, dua pekerja migran Indonesia, serta lima wisatawan.
Dua PMI yang berhasil dipulangkan itu diketahui bernama Ali Husein dan Tetap Segar. Keduanya berasal dari Jawa Barat dan bekerja di sektor manufaktur. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 10 Maret 2026.
"Berdasarkan koordinasi dengan Direktorat Pelindungan WNI Kemlu, kedua pekerja migran ini juga pernah di evakuasi tahun lalu," jelasnya.
Berdasarkan informasi dari Kemlu, proses pemulangan WNI dari Iran dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 22 orang telah tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 18.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari Baku, Azerbaijan.
Sementara itu, tahap kedua yang membawa 10 WNI lainnya tiba di Indonesia pada Rabu, 11 Maret 2026.
Christina menegaskan bahwa meskipun Iran bukan termasuk negara penempatan resmi bagi pekerja migran Indonesia, pemerintah tetap memberikan perhatian dan perlindungan kepada seluruh WNI yang berada di wilayah tersebut.
"Meski Iran bukan negara penempatan resmi PMI, pemerintah tetap hadir untuk memastikan setiap warga negara Indonesia mendapatkan pelindungan, terutama dalam situasi darurat seperti konflik," tuturnya.
Lebih lanjut, Kementerian P2MI terus menjalin koordinasi dengan Kemlu serta perwakilan RI di kawasan Timur Tengah untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan tidak ada PMI yang terdampak konflik tanpa pendampingan pemerintah.
"Koordinasi lintas kementerian dan dengan perwakilan RI di luar negeri terus dilakukan untuk memastikan kondisi WNI, termasuk PMI, tetap terpantau dengan baik," kata politisi dari Partai Golkar tersebut.
Data dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran menunjukkan saat ini terdapat sekitar 329 warga negara Indonesia yang berada di Iran. Sebagian besar dari mereka merupakan pelajar dan mahasiswa yang berada di Kota Qom, sementara sisanya terdiri dari pekerja dan ekspatriat.
Christina menambahkan, Kementerian P2MI akan terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut serta siap mengambil langkah yang diperlukan guna memastikan keselamatan para pekerja migran Indonesia yang berada di Iran.
Candra Pratama/Disway
Dua PMI Dievakuasi dari Iran, Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI di Tengah Konflik Timur Tengah
news.fin.co.id - 12/03/2026, 16:13 WIB
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani.