fin.co.id - Ketegangan konflik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan politik di Amerika Serikat. Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, secara terbuka menyatakan bahwa masyarakat Amerika tidak menginginkan perang yang berkepanjangan di kawasan tersebut.
Dalam pidatonya di Senat pada Rabu, Schumer mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memberikan penjelasan yang jelas mengenai tujuan dan arah konflik yang melibatkan militer Amerika Serikat.
Menurutnya, meningkatnya jumlah korban dari pihak militer AS serta jatuhnya korban sipil di Timur Tengah menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat.
“Orang Amerika mengajukan pertanyaan yang sangat sederhana: mengapa? Mengapa Amerika berperang? Orang Amerika tidak meminta ini,” kata Schumer dalam pidatonya seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency.
Korban Militer AS Terus Bertambah
Dalam keterangannya, Schumer mengungkapkan bahwa sejak 28 Februari, sedikitnya 140 anggota militer Amerika mengalami luka-luka akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Dari jumlah tersebut, delapan orang dilaporkan mengalami luka serius. Selain itu, delapan tentara Amerika juga dilaporkan tewas saat menjalankan tugas di wilayah konflik.
Angka tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak anggota parlemen mulai mempertanyakan arah kebijakan militer pemerintah.
Schumer menilai meningkatnya korban di pihak militer Amerika harus menjadi peringatan bahwa konflik ini memiliki konsekuensi besar, baik bagi keamanan nasional maupun stabilitas politik dalam negeri.
Ribuan Korban Sipil di Timur Tengah
Selain korban di pihak militer AS, Schumer juga menyoroti laporan mengenai jatuhnya ribuan korban sipil di Timur Tengah, termasuk warga Iran.
Salah satu insiden yang paling disorot adalah serangan yang dilaporkan terjadi di sebuah sekolah dasar perempuan yang menewaskan 175 orang, mayoritas anak-anak berusia antara 7 hingga 12 tahun.
Menurut laporan awal, insiden tersebut diduga berkaitan dengan operasi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Schumer menegaskan bahwa kejadian tersebut harus diselidiki secara serius.