fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan tugas baru kepada Hashim Djojohadikusumo. Adik Presiden tersebut kini dipercaya memimpin Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional.
Penunjukan ini bertujuan mencari solusi baru bagi pengelolaan kawasan konservasi yang selama ini mengalami keterbatasan dana.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan dalam rapat terbatas di Istana Negara.
Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan Keputusan Presiden sebagai dasar pembentukan satgas tersebut. Satgas yang dipimpin Hashim nantinya memiliki tugas utama merancang model pembiayaan baru untuk taman nasional di Indonesia.
Pendanaan tersebut diharapkan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai pihak lain.
“Satgas ini akan dipimpin oleh Pak Hashim. Saya akan menjadi salah satu wakilnya bersama Ibu Mari Elka Pangestu. Tujuannya mencari sumber pendanaan inovatif dan berkelanjutan,” ujar Raja Juli.
Pendekatan ini juga membuka peluang keterlibatan sektor swasta agar pengelolaan taman nasional bisa lebih profesional dan berkelas internasional.
57 Taman Nasional Kekurangan Dana
Pemerintah mengungkapkan bahwa sebagian besar taman nasional di Indonesia masih menghadapi keterbatasan pendanaan.
Saat ini terdapat 57 taman nasional yang operasionalnya sangat bergantung pada anggaran negara.
Selama ini, banyak taman nasional dipandang sebagai cost center, yakni sektor yang lebih banyak mengeluarkan biaya tanpa menghasilkan pendapatan.
Padahal, kawasan konservasi memiliki potensi besar jika dikelola secara tepat. Salah satu peluang yang mulai dipertimbangkan adalah pengembangan ekowisata.
Melalui konsep ini, taman nasional dapat menghasilkan pemasukan dari sektor pariwisata alam.
Dana tersebut kemudian dapat digunakan kembali untuk meningkatkan kualitas konservasi dan pengelolaan kawasan.