Dalam rekaman kamera pengawas yang beredar di media sosial, terlihat dua pria bermotor mendekati korban di jalan.
Motor tersebut sempat berbalik arah sebelum akhirnya berpapasan dengan korban. Saat itulah salah satu pelaku menyiramkan cairan ke arah wajah korban.
Korban langsung terjatuh dari motornya dan berteriak kesakitan. “Air keras… air keras… panas!” teriak korban dalam rekaman video tersebut.
Teriakan itu kemudian menarik perhatian warga sekitar yang segera datang membantu.
Jadi Perhatian Dunia Internasional
Serangan terhadap aktivis HAM tersebut tidak hanya mendapat perhatian di dalam negeri, tetapi juga dari komunitas internasional.
Akun resmi United Nations Human Rights Council di media sosial X menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kejadian tersebut.
Mereka menilai bahwa pelaku harus segera dimintai pertanggungjawaban. “Pembela hak asasi manusia harus dapat menjalankan tugasnya tanpa rasa takut,” tulis pernyataan tersebut.
Pelapor Khusus PBB untuk pembela HAM, Mary Lawlor, juga mendesak agar pihak berwenang di Indonesia melakukan penyelidikan menyeluruh. Menurutnya, kekerasan terhadap pembela HAM tidak boleh dibiarkan tanpa proses hukum.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan kasus ini menjadi perhatian utama.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto mengatakan tim penyidik masih melakukan analisis terhadap rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Penyelidikan dilakukan menggunakan metode scientific investigation untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Perkara ini menjadi prioritas dan sedang dalam proses penyelidikan intensif,” ujar Bhudi.
Saat ini aparat masih memburu dua pria yang diduga kuat sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis tersebut.