- KM 47–49 → pertemuan arus dengan Tol Layang MBZ
- KM 48–65 → kepadatan tinggi kendaraan
- KM 110 → penyempitan jalur dari 3 menjadi 2 lajur
Kemacetan di titik ini sering dipicu oleh pertemuan arus dan bottleneck.
2. Gerbang Tol dan Simpul Besar
Beberapa gerbang tol dan simpul transportasi juga rawan macet:
- Gerbang Tol Kalihurip
- Kawasan Pasteur (akses ke Bandung)
- Gerbang Tol Kalikangkung (Semarang)
- Simpang Jatingaleh (pertemuan tol dan jalan arteri)
Lokasi ini menjadi titik pertemuan kendaraan dari berbagai arah.
3. Jalur Pantura: Padat Aktivitas Warga
Jalur Pantai Utara Jawa tetap menjadi favorit pemudik, terutama pengguna motor dan logistik.
Titik rawan di kota-kota:
- Cirebon
- Tegal
- Pekalongan
- Semarang
Faktor penyebab macet:
- Pasar tumpah
- Aktivitas perdagangan
- Persimpangan padat
4. Jalur Tengah dan Pansela (Selatan Jawa)
Selain Pantura, jalur selatan atau Pansela juga menjadi alternatif favorit.
Titik rawan: