Tradisi THR dan Berbagi Jadi Pemicu Utama
Menurut Muhammad Anwar Bashori, tingginya permintaan penukaran uang tidak lepas dari tradisi masyarakat Indonesia.
Mulai dari pemberian THR (Tunjangan Hari Raya), berbagi kepada keluarga, hingga kebutuhan transaksi selama Ramadan dan Lebaran menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan uang pecahan kecil.
“Hal ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil untuk tradisi berbagi dan aktivitas ekonomi masih sangat besar,” jelasnya.
BI Imbau Tukar Uang di Layanan Resmi
Di tengah tingginya permintaan, BI mengingatkan masyarakat untuk selalu menukar uang melalui layanan resmi.
Penukaran uang di tempat resmi seperti BI atau perbankan memberikan sejumlah keuntungan, antara lain:
-
Keaslian uang terjamin
-
Nominal sesuai dan akurat
-
Transaksi aman dan terlindungi
-
Ada pertanggungjawaban resmi
Sebaliknya, menukar uang di jasa tidak resmi memiliki berbagai risiko, seperti:
-
Potensi uang palsu
-
Nominal tidak sesuai
-
Tidak ada perlindungan hukum
-
Rawan penipuan
Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada agar tidak mengalami kerugian finansial.
BI Siapkan Uang Tunai Rp185,6 Triliun
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, Bank Indonesia telah menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar.
Total uang layak edar yang disiapkan mencapai Rp185,6 triliun, dengan rincian:
-
Rp177 triliun dialokasikan untuk kebutuhan perbankan (ATM dan kantor cabang)
-
Rp8,6 triliun khusus untuk layanan penukaran uang