Ia menjelaskan bahwa pembukaan jalur fungsional segmen Prambanan–Purwomartani ini krusial untuk mendistribusikan arus kendaraan.
Langkah ini juga bertujuan mengantisipasi dan mengurai potensi kepadatan lalu lintas yang diperkirakan membludak pada periode tersebut.
“Pengoperasian jalur fungsional ini kami harapkan dapat menjadi pilihan utama bagi pengguna jalan dari Yogyakarta yang hendak bertolak ke berbagai kota besar di Jawa Tengah hingga Jakarta,” ujar Rivan.
“Dengan begitu, distribusi lalu lintas menjadi lebih merata, dan perjalanan masyarakat akan terasa jauh lebih lancar dan nyaman,” tambahnya.
Rivan juga tak lupa mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa berhati-hati dan melakukan persiapan matang sebelum memulai perjalanan.
Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas secara *real time* dapat diakses melalui aplikasi Travoy.
Apabila membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut selama perjalanan, pengguna jalan bisa menghubungi layanan Call Center Jasa Marga di nomor 133.
Perencanaan perjalanan yang baik, menurut Rivan, merupakan kunci untuk merasakan pengalaman mudik yang aman, nyaman, dan lancar.
Kolaborasi Lintas Instansi Demi Keamanan Maksimal
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah, menambahkan optimisme terkait manfaat jalur fungsional ini.
“Kami berharap dibukanya jalur fungsional ini betul-betul membantu mengurai kepadatan lalu lintas dari Jogja menuju berbagai kota tujuan,” ungkap Rudy.
“Sehingga, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat positif dari Jalur Fungsional Segmen Prambanan-Purwomartani ini,” lanjutnya.
PT JMJ tidak beroperasi sendiri dalam memastikan kelancaran dan keamanan.
Mereka menggandeng erat pihak Kepolisian setempat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta berbagai instansi terkait lainnya.
Kolaborasi lintas instansi ini memastikan kesiapan petugas untuk mengawal operasional jalur fungsional agar berjalan lancar tanpa hambatan.