Laporan dari The New York Times mengungkap fakta mengejutkan.
Disebutkan bahwa Washington menjadikan lengsernya Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, sebagai salah satu target dalam pembicaraan bilateral.
Sumber yang mengetahui negosiasi menyebut bahwa pihak AS telah memberi sinyal agar Diaz-Canel mundur dari jabatannya.
Namun, tuntutan ini jelas sulit diterima oleh pemerintah Kuba. (*)
Kuba Tegas Tolak Intervensi Asing
Pemerintah Kuba selama ini dikenal sangat tegas dalam menolak campur tangan asing.
Miguel Diaz-Canel menegaskan bahwa setiap dialog dengan Amerika Serikat harus dilakukan secara setara dan saling menghormati kedaulatan.
Ia menilai intervensi terhadap sistem politik negara adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan.
Tekanan AS Semakin Kuat
Langkah Amerika Serikat terhadap Kuba tidak berhenti pada pernyataan saja.
Setelah menjatuhkan Nicolas Maduro di Venezuela, Washington:
-
Menghentikan pasokan minyak ke Kuba
-
Mengancam sanksi kepada negara lain yang memasok energi ke Kuba
-
Meningkatkan tekanan ekonomi dan diplomatik
Kebijakan ini memperparah kondisi dalam negeri Kuba yang sudah rapuh.
Energi Lumpuh, Ekonomi Terhenti
Krisis energi yang terjadi berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat Kuba.