fin.co.id - Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi ancaman krisis energi global. Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah wacana kebijakan yang cukup mengejutkan, mulai dari pembatasan penumpang kendaraan pribadi hingga penerapan kembali sistem kerja dari rumah (WFH).
Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga minyak dunia yang sempat menembus angka 100 dolar AS per barel, sehingga berpotensi meningkatkan beban subsidi dan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Salah satu kebijakan yang tengah dikaji adalah pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. Dalam skema ini, satu mobil tidak boleh hanya diisi satu orang pengemudi.
Prabowo Subianto menyebut kebijakan serupa sudah diterapkan di berbagai negara sebagai upaya menekan konsumsi energi dan kemacetan.
“Kita juga bisa umpamanya satu mobil enggak boleh ditumpangi satu orang. Di negara-negara lain juga satu mobil minimal empat orang,” ujarnya di Hambalang, Bogor.
Jika diterapkan, kebijakan ini berpotensi mendorong budaya carpooling atau berbagi kendaraan, yang selama ini belum menjadi kebiasaan utama masyarakat Indonesia.
Wacana Hari Kerja Dipangkas Jadi 4 Hari
Tak hanya soal transportasi, pemerintah juga mempertimbangkan efisiensi energi dari sisi pola kerja. Salah satu opsi yang dibahas adalah memangkas hari kerja dari lima hari menjadi empat hari dalam sepekan.
Menurut Prabowo Subianto, beberapa negara seperti Filipina dan Pakistan sudah mulai mengkaji atau menerapkan kebijakan serupa.
Langkah ini dinilai mampu:
-
Mengurangi mobilitas harian pekerja
-
Menekan konsumsi BBM
-
Meningkatkan efisiensi energi nasional
75 Persen Pegawai Bisa WFH
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang besar untuk kembali mengoptimalkan sistem Work From Home (WFH) seperti saat pandemi.