"Komentar tersebut tidak elegan, tidak sesuai standar, dan sama sekali tidak layak mendapatkan tanggapan," jelas Macron.
Diplomasi vs Tekanan Militer
Berbeda dengan kebijakan tekanan maksimum yang diusung Trump, Macron tetap teguh pada pendirian bahwa stabilitas di Selat Hormuz hanya bisa dicapai melalui meja perundingan.
Ia mendorong gencatan senjata segera dan menuntut kembalinya jalur diplomasi internasional.
Baginya, mengabaikan peran Iran dalam solusi kawasan hanya akan memperburuk krisis energi dunia yang telah menyebabkan kenaikan harga minyak global dalam beberapa pekan terakhir.
"Solusi ini hanya bisa dilakukan bersama Iran, bukan dengan menyingkirkan mereka," tambahnya.
Jalur Vital yang Menjadi Sandera Politik
Selat Hormuz memegang peran krusial sebagai urat nadi distribusi minyak dunia.
Selama ini, Trump menjadikan pembukaan kembali selat tersebut sebagai syarat utama gencatan senjata, sembari meminta negara pengguna jalur tersebut untuk ikut menjaga keamanan dengan biaya sendiri.
Trump bahkan sempat menyentil Jepang dan China yang bergantung hingga 90 persen pada pasokan minyak dari selat itu untuk segera mengambil peran militer lebih besar.
Ketegangan ini diperkirakan masih akan terus bergejolak selama kedua pemimpin negara berkekuatan nuklir ini belum menemukan titik temu dalam strategi keamanan di Timur Tengah.