Seleksi PTKIN 2026 Berubah Total! Kini Ada Penilaian Kesehatan Mental dan 13 Inovasi Baru dari Kemenag, Apa Saja?

news.fin.co.id - 05/04/2026, 18:51 WIB

Seleksi PTKIN 2026 Berubah Total! Kini Ada Penilaian Kesehatan Mental dan 13 Inovasi Baru dari Kemenag, Apa Saja?

Pendaftaran calon mahasiswa baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dibuka Februari 2022

Dengan sistem ini, proses seleksi diharapkan menjadi lebih transparan dan mudah mencakup.

Selain itu, sistem penilaian juga mengalami pembaruan melalui penyempurnaan perhitungan perhitungan skor.

Metode perhitungan indeks sekolah juga diperbarui agar hasil seleksi dapat menggambarkan kualitas pendidikan secara lebih presisi.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam di Kemenag, Sahiron , menegaskan bahwa pembaruan sistem seleksi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas lulusan perguruan tinggi Islam.

Advertisement

Menurutnya, pembaruan tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak di lingkungan Kemenag.

Beberapa lembaga yang terlibat antara lain:

  • Direktorat

    KSKK
  • Direktorat

    Pontren
  • Direktorat

    PTKI
  • Kantor Wilayah Kemenag

“Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa seleksi ini adalah kerja kolaboratif untuk menjaring talenta terbaik dari madrasah, pesantren, maupun sekolah umum,” kata Sahiron.

Ia juga menambahkan bahwa metode seleksi berbasis pemerataan satuan pendidikan diharapkan dapat meminimalisir akses pendidikan antarwilayah.

Dengan demikian, siswa dari berbagai latar belakang sekolah memiliki peluang yang sama untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) .

Salah satu langkah penting dalam pembaruan SPAN-PTKIN 2026 adalah integrasi data pendidikan secara nasional.

Sistem seleksi kini diselaraskan dengan berbagai basis data pendidikan nasional, termasuk sistem ** Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

Selain itu, data juga akan disinkronkan dengan Tes Kompetensi Akademik (TKA) .

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa data akademik siswa yang digunakan dalam proses seleksi benar-benar akurat dan terverifikasi.

Proses verifikasi nilai rapor, prestasi akademik maupun nonakademik, serta kemampuan tahfiz juga diperbaiki agar lebih transparan.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID