Rupiah Hari Ini BABAK BELUR Rp17.090 – Rp17.119 per USD: Bank Indonesia PASANG BADAN

news.fin.co.id - 07/04/2026, 21:14 WIB

Rupiah Hari Ini BABAK BELUR Rp17.090 – Rp17.119 per USD: Bank Indonesia PASANG BADAN

Rupiah Hari Ini BABAK BELUR Rp17.090 – Rp17.119 per USD, Bank Indonesia PASANG BADAN

Fin.co.id - Bank Indonesia (BI) angkat bicara merespons terjun bebasnya nilai tukar rupiah hari ini, Selasa, 7 April 2026, yang menyentuh level Rp17.090 – Rp17.119 per USD.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan menjaga stabilitas mata uang Garuda kini menjadi prioritas absolut otoritas moneter di tengah guncangan global yang kian liar.

Pada penutupan perdagangan, rupiah tercatat terkapar di level Rp17.105 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menghadapi situasi ini, BI memastikan akan mengerahkan seluruh "senjata" yang dimiliki untuk meredam volatilitas pasar.

Advertisement

“BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki dan juga kebijakan operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” tegas Destry dalam keterangan resminya.

BI Masuk ke Pasar Spot hingga DNDF

Untuk menahan kejatuhan lebih dalam, Bank Indonesia secara konsisten melakukan intervensi terukur di berbagai lini pasar uang.

Langkah ini mencakup kehadiran fisik di pasar spot, pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga memantau ketat pergerakan di pasar offshore NDF.

Meskipun tekanan eksternal sangat kuat, Destry menilai dampak konflik di Timur Tengah memiliki dua sisi mata uang bagi Indonesia.

Sebagai negara eksportir komoditas, kenaikan harga energi dunia sebenarnya berpotensi memberikan efek positif bagi pendapatan negara yang diharapkan mampu menjadi penyeimbang (buffer) terhadap tekanan nilai tukar.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menganalisis anjloknya rupiah sangat dipengaruhi oleh kecemasan investor global.

Pasar saat ini sedang bersiap menghadapi risiko eskalasi militer besar-besaran di Timur Tengah.

Fokus utama dunia tertuju pada tenggat waktu (deadline) yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Advertisement

Ketidakpastian ini memicu pelarian modal ke aset aman (safe haven), yang secara otomatis memperkasa dolar AS dan menumbangkan mata uang negara berkembang.

Skema Subsidi BBM & Beban Fiskal Meleba r

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID