Beberapa negara bahkan mulai mempertimbangkan ulang pembelian sistem tersebut karena keterlambatan pengiriman.
Perubahan strategi pertahanan negara Teluk tidak lepas dari dampak serangan balasan Iran yang mengejutkan Amerika Serikat dan sekutunya.
Iran diketahui menggunakan drone murah dalam jumlah besar untuk melancarkan serangan massal.
Drone seperti Shahed memungkinkan serangan dilakukan dengan biaya sangat rendah namun dalam jumlah besar. Strategi ini membuat sistem pertahanan udara konvensional menjadi kurang efisien karena biaya rudal pencegat jauh lebih mahal dibandingkan drone yang ditembak jatuh.
Kondisi tersebut memaksa banyak negara untuk mulai memikirkan kembali konsep pertahanan udara mereka.
Alih-alih hanya mengandalkan rudal mahal, beberapa negara kini mengembangkan sistem pertahanan berbasis drone pencegat atau rudal kecil berbiaya rendah. (*)