Penegasan ini menjadi sinyal bagi komunitas internasional untuk segera melakukan investigasi independen atas serangan artileri Israel yang menelan korban jiwa dari pasukan Indonesia.
Repatriasi Jenazah Dilakukan dengan Penghormatan Militer
Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memulangkan jenazah almarhum Praka Rico Pramudia ke tanah air secepat mungkin.
Koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak UNIFIL dan otoritas Lebanon untuk memastikan proses repatriasi berjalan lancar.
"Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya. Pemerintah terus berkoordinasi untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan militer," tulis Kemlu RI dalam keterangan resminya.
Gugurnya Praka Rico diharapkan menjadi momentum bagi dunia untuk mendesak penghentian kekerasan di Lebanon, demi memastikan keselamatan ribuan personel perdamaian dari berbagai negara yang bertugas di sana.
Indonesia, sebagai salah satu penyumbang pasukan perdamaian terbesar bagi PBB, menegaskan komitmennya untuk tidak mundur dari misi kemanusiaan meskipun harus menghadapi risiko nyawa.