Nasional . 24/05/2026, 21:14 WIB

Layanan Armuzna Dimatangkan, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Arab Saudi

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai terlaksana dengan baik. Saat ini, seluruh rombongan reguler maupun khusus telah menginjakkan kaki di Arab Saudi.

Seiring dengan selesainya fase kedatangan ini, otoritas terkait langsung mengalihkan fokus utama mereka untuk mematangkan persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, membeberkan data operasional terbaru mengenai jumlah total kedatangan masyarakat Indonesia di Tanah Suci. Sebanyak 527 kloter yang membawa 202.551 jemaah beserta 2.098 petugas haji kini sudah berkumpul di Makkah. Di samping itu, sebanyak 16.596 jemaah haji khusus juga tercatat telah mendarat di Arab Saudi.

“Alhamdulillah, seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai. Saat ini, seluruh layanan kami arahkan untuk memastikan kesiapan Armuzna, mulai dari tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga penempatan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.

Larangan Atribut KBIHU di Tenda Arafah dan Mina

Demi menjaga kelancaran fase puncak haji, Kemenhaj menerapkan aturan ketat terkait sterilisasi fasilitas maktab. Maria mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar mematuhi tata tertib penempatan. Pengelola menegaskan bahwa tidak boleh ada organisasi yang memasang identitas kelompok secara mandiri.

Pihak otoritas akan menertibkan setiap perlengkapan non-resmi yang mengganggu pemandangan. Berikut adalah beberapa poin penting terkait penataan tenda jemaah:

  • Larangan Pemasangan Atribut: KBIHU dilarang keras memasang spanduk, stiker, tanda, penanda, atau atribut dalam bentuk apa pun di area tenda jemaah, baik saat di Arafah maupun di Mina.
  • Pencabutan Langsung di Tempat: Apabila petugas di lapangan menemukan adanya atribut kelompok yang nekat terpasang, mereka akan langsung mencabut identitas tersebut tanpa kompromi.
  • Sanksi Tegas Bagi Pelanggar: Kemenhaj tidak segan untuk menjatuhkan teguran tertulis serta sanksi resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi pihak yang terbukti melanggar aturan ini.

Menurut Maria, semua skema penempatan rombongan harus bergerak mengikuti pengaturan resmi pemerintah. Langkah tegas ini bertujuan agar seluruh rangkaian layanan Armuzna berjalan tertib, rapi, dan tidak memicu kebingungan di antara para jemaah.

Transparansi Pengelolaan Pembayaran Dam Jemaah Haji

Dalam kesempatan yang sama, Kemenhaj juga mengapresiasi tinggi kedisiplinan para jemaah yang telah menyelesaikan pembayaran dam (denda haji) sesuai dengan regulasi resmi. Berdasarkan pusat data Kemenhaj, jumlah total masyarakat yang terdata telah menunaikan kewajiban pembayaran dam tahun ini sukses menyentuh angka sekitar 145.341 orang.

Pemerintah membagi saluran pembayaran ini menjadi dua mekanisme utama demi memudahkan masyarakat. Poin sebarannya meliputi:

  • Melalui Jalur Adahi: Sebanyak 102.364 jemaah memilih untuk menyetorkan pembayaran dam mereka langsung di Arab Saudi melalui lembaga resmi Adahi.
  • Melalui Mekanisme Domestik: Sebanyak 38.992 jemaah lainnya mempercayakan proses pembayaran dam mereka melalui sistem yang berjalan di Indonesia sebelum keberangkatan.

“Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran jemaah untuk melaksanakan kewajiban dam secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan. Kemenhaj terus memastikan pengelolaan dam berjalan transparan dan memberikan kepastian bagi jemaah,” tutur Maria penuh syukur.

Panduan Penting Menjaga Fisik Jelang Puncak Haji

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com