Netanyahu Perintahkan Tentaranya Kuasai Gaza 70 Persen, Situasi Kemanusiaan Kian Memburuk

news.fin.co.id - 30/05/2026, 07:07 WIB

Netanyahu Perintahkan Tentaranya Kuasai Gaza 70 Persen, Situasi Kemanusiaan Kian Memburuk

PM Israel Benjami Netanyahu

fin.co.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memerintahkan militer Israel untuk memperluas penguasaan wilayah di Jalur Gaza hingga mencapai 70 persen.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam rekaman yang disiarkan media Israel Channel 12 pada Kamis 28 Mei 2026.

Dalam tayangan tersebut, Netanyahu menyebut pasukan Israel saat ini telah mengendalikan sekitar 60 persen wilayah Gaza.

“Saat ini, kami sepenuhnya menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza… dan arahan saya adalah untuk mencapai… 70 persen,” ujar Netanyahu.

Advertisement

Dalam rekaman itu, salah seorang hadirin terdengar meminta Israel mengambil alih seluruh wilayah Gaza. Netanyahu kemudian menjawab bahwa langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap.

“Kita akan bertindak sesuai urutan. Pertama 70 persen,” katanya seperti dikutip The Times of Israel.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran baru terkait meluasnya operasi militer Israel di wilayah Palestina yang telah dilanda perang sejak Oktober 2023.

Sebelumnya pada pertengahan Maret lalu, militer Israel dilaporkan telah memperluas area kontrol di luar “Garis Kuning”, yakni batas wilayah yang disepakati dalam gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober 2025.

Peta yang dikirim kepada organisasi bantuan menunjukkan Israel telah memperluas penguasaan wilayah hingga sekitar 64 persen Gaza, meningkat dari sebelumnya 53 persen.

Kondisi itu membuat sebagian besar warga Palestina kehilangan akses ke wilayah tempat tinggal mereka sendiri. Dengan penguasaan wilayah yang terus bertambah, sekitar dua juta warga Gaza terancam hidup di area yang semakin sempit di tengah kondisi kemanusiaan yang memburuk.

Meski kesepakatan gencatan senjata sempat diumumkan tahun lalu, serangan udara Israel di Gaza dilaporkan masih terus berlangsung hampir setiap hari.

Menurut otoritas kesehatan setempat, sedikitnya 10 orang tewas dalam serangan udara Israel pada Kamis, termasuk empat anak-anak. Selain itu, sekitar 20 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Laporan terbaru Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebut situasi warga sipil di Gaza masih berada dalam kondisi kritis.

Advertisement

Banyak keluarga pengungsi kini tinggal di tenda-tenda darurat, sekolah, hingga bangunan rusak akibat perang. Krisis air bersih, buruknya sanitasi, serta meningkatnya risiko penyakit akibat penumpukan sampah juga menjadi ancaman serius bagi warga.

Selain itu, wilayah permukiman di Gaza disebut masih rawan terkena serangan udara, penembakan, dan operasi militer.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca