fin.co.id - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM resmi mengumumkan struktur kepemimpinan baru yang akan mengisi jajaran dewan komisaris, direksi, dan manajemen perusahaan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi organisasi untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus menjawab tantangan bisnis yang semakin dinamis di era digital.
Dalam susunan baru tersebut, terdapat sejumlah nama yang mengisi posisi strategis. Di jajaran komisaris, PNM menunjuk Marsudi Syuhud sebagai Komisaris Independen dan Temmy Satya Permana sebagai Komisaris.
Sementara itu, di jajaran manajemen dan direksi, PNM memperkenalkan Kindaris sebagai Direktur Utama, Sunar Basuki sebagai Wakil Direktur Utama, serta L. Dodot Patria Ary Suprianto yang dipercaya mengemban jabatan Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan.
Perubahan ini menandai babak baru perjalanan perusahaan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga pembiayaan dan pemberdayaan perempuan ultra mikro terbesar di Indonesia.
Fokus pada Kualitas SDM dan Kepemimpinan
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa transformasi perusahaan tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan sistem, teknologi, atau proses bisnis semata. Menurutnya, faktor paling penting dalam keberhasilan sebuah organisasi adalah kualitas sumber daya manusia yang menjalankan perusahaan.
Di tengah perubahan ekonomi global, percepatan digitalisasi, hingga tuntutan efisiensi dan tata kelola perusahaan yang semakin tinggi, PNM memilih memperkuat fondasi kepemimpinan sebagai salah satu prioritas utama.
"Perubahan yang paling menentukan adalah perubahan manusianya. Bagaimana mereka terus belajar, beradaptasi, membuka diri terhadap cara berpikir baru, dan bertumbuh menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi perusahaan ini," ujar Kindaris dalam prosesi pengucapan sumpah dan pelantikan pejabat PNM di Jakarta.
Menurutnya, kepemimpinan yang kuat akan menjadi kunci dalam mengawal transformasi jangka panjang sekaligus memastikan perusahaan tetap relevan di tengah perubahan yang terus berlangsung.
Menjaga Keseimbangan antara Bisnis dan Misi Sosial
Sebagai perusahaan yang memiliki mandat memberdayakan jutaan perempuan prasejahtera melalui pembiayaan dan pendampingan usaha, PNM menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan lembaga keuangan lainnya.
Pertumbuhan bisnis perusahaan harus berjalan seiring dengan misi sosial untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, transformasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target bisnis, tetapi juga penguatan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan.
Kindaris menegaskan bahwa setiap pemimpin di lingkungan PNM harus mampu menjaga keseimbangan antara profesionalisme korporasi dan empati terhadap masyarakat yang menjadi sasaran program pemberdayaan.