Hubungan China-Korut Tak Akan Berubah: Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakat Pererat Aliansi Strategis

news.fin.co.id - 09/06/2026, 19:19 WIB

Hubungan China-Korut Tak Akan Berubah: Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakat Pererat Aliansi Strategis

Xi Jinping dan Kim Jong Un sepakat pererat kerja sama strategis dan ekonomi di Pyongyang.

fin.co.id – China dan Korea Utara (Korut) kembali menunjukkan kedekatan diplomatik mereka kepada dunia. Presiden China Xi Jinping secara langsung menegaskan bahwa hubungan China-Korut tidak akan berubah dan akan selalu berdiri dengan kokoh. Pernyataan tersebut muncul di tengah dinamika geopolitik global yang terus bergejolak.

Komitmen kuat ini tersampaikan saat Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral dengan Pemimpin Tertinggi Korut sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Kim Jong Un. Pertemuan tingkat tinggi tersebut berlangsung di Kumsusan Guesthouse, Pyongyang, Senin, 8 Juni 2026. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen bersejarah karena menjadi lawatan pertama Xi Jinping ke Korut setelah tujuh tahun berlalu.

"Bagaimanapun situasi internasional berubah, posisi tegas Partai dan pemerintah China yang sangat menghargai persahabatan tradisional China-Korea Utara tidak akan berubah; dukungan tegas kepada Kamerad Kim Jong Un dalam memimpin pembangunan sosialisme Korea Utara tidak akan berubah," kata Xi di Pyongyang, seperti dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.

Xi Jinping menambahkan bahwa kedua negara merupakan sesama negara sosialis yang dipimpin oleh partai komunis. Hubungan erat ini memiliki akar yang mendalam pada cita-cita, keyakinan, dan tujuan perjuangan bersama, sehingga melahirkan fondasi politik yang kokoh serta ikatan emosional yang kuat.

Advertisement

Menghadapi Perubahan Dunia dengan Empat Pandangan Strategis

Dalam kesempatan tersebut, Xi Jinping menggarisbawahi bahwa tekad kedua pihak untuk menjaga kepentingan bersama serta lingkungan strategis yang baik tidak akan pernah goyah. Menurutnya, dunia saat ini sedang menghadapi perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir. Oleh karena itu, kedua negara harus berpandangan jauh ke depan demi membuka prospek pembangunan sosialisme yang lebih baik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden China menyampaikan empat pandangan utama mengenai pengembangan hubungan bilateral ke depan:

1. Memperkuat Fondasi Saling Percaya Politik

Xi Jinping menilai interaksi langsung antara pemimpin tertinggi merupakan keunggulan terbesar dalam hubungan kedua negara.

"Arahan strategis dari pemimpin tertinggi merupakan keunggulan terbesar hubungan China-Korea Utara. Saya bersedia menjaga komunikasi strategis yang erat dengan Kamerad Sekretaris Jenderal dan memandu hubungan China-Korea Utara agar terus melangkah ke tingkat yang lebih tinggi," tambah Xi Jinping.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antarpai di bidang diplomasi, penegakan hukum, hingga militer.

2. Meningkatkan Kerja Sama Praktis demi Kesejahteraan Rakyat

China berkomitmen memperluas kemitraan nyata di berbagai sektor esensial. Sektor-sektor tersebut meliputi bidang ekonomi dan perdagangan, pertanian, konstruksi, ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga kesehatan medis guna menyejahterakan masyarakat kedua negara.

Advertisement

3. Mempererat Ikatan Antarmasyarakat melalui Pendidikan dan Budaya

Xi Jinping mengajak Korut untuk mengelola fasilitas peringatan bagi para martir Tentara Sukarelawan Rakyat China di Korut dengan baik. Langkah ini bertujuan untuk mewariskan gen merah dan tradisi revolusioner kepada kaum muda. Selain itu, China ingin memperkuat pertukaran di bidang pendidikan, sastra, pariwisata, olahraga, media, dan kota kembar.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID