Ekonomi . 27/06/2026, 19:23 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Meski harga minyak dunia telah mengalami penurunan, masyarakat kemungkinan belum langsung merasakan dampaknya di SPBU.
Iwan menegaskan bahwa terdapat mekanisme bisnis yang harus dijalankan Pertamina sebelum melakukan perubahan harga.
BBM yang saat ini dipasarkan kepada masyarakat merupakan hasil pengolahan minyak mentah yang dibeli beberapa waktu lalu ketika harga internasional masih tinggi.
Artinya, biaya produksi dan pengadaan BBM masih mengikuti harga lama.
Karena itu, penyesuaian harga tidak bisa dilakukan secara instan setiap kali harga minyak dunia berubah.
"Karena minyak yang sekarang ini diproses bulan yang lalu, dengan harga yang lalu. Dan tentunya kalau turunnya kemarin, beberapa hari yang lalu, kami akan menyesuaikan nanti," jelasnya.
Pertamina juga memiliki prosedur tersendiri dalam menentukan harga BBM nonsubsidi.
Perusahaan harus memperhitungkan berbagai faktor, mulai dari harga minyak mentah, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, biaya distribusi, hingga kondisi stok yang tersedia.
Karena itu, apabila nantinya diputuskan turun, harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya kemungkinan akan disesuaikan secara bertahap.
Langkah tersebut dinilai lebih realistis agar tetap menjaga stabilitas operasional perusahaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rencana penyesuaian harga BBM nonsubsidi mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga Pertamax dan sejumlah BBM nonsubsidi sempat mengalami kenaikan seiring melonjaknya harga minyak dunia akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Kini, setelah situasi internasional mulai lebih kondusif dan harga minyak mengalami koreksi, masyarakat berharap harga BBM juga dapat ikut turun.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media