Politik . 14/08/2026, 20:15 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampil dengan jas model slim fit saat menghadiri Sidang Tahunan MPR, Jumat, 14 Agustus 2026. Pilihan busana tersebut menarik perhatian karena sejumlah pengamat mode melihat adanya pesan tentang generasi muda, gaya kepemimpinan modern, sekaligus identitas Indonesia.
Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta menilai potongan jas yang dikenakan Gibran merepresentasikan semangat anak muda. Sementara itu, perpaduan warna, aksesori, dan kopiah yang digunakan turut membawa makna tersendiri dalam penampilannya sebagai pejabat negara.
Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna melihat gaya slim fit yang dipilih Gibran memiliki kaitan erat dengan upaya merepresentasikan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial.
"Gaya ini secara langsung merujuk pada keinginan untuk mewakili generasi muda seperti gen Z dan milenial, simbol dinamisme dan efisiensi," kata Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut Dana, pilihan tersebut juga menunjukkan keinginan Gibran untuk mempertegas posisinya sebagai jembatan bagi anak muda menuju sistem birokrasi yang tidak kaku dan kolot. Namun, ia tetap mempertahankan penampilan dalam koridor formal serta tata krama kenegaraan.
Warna jas navy juga memiliki makna tersendiri. Dana menyebut warna tersebut melambangkan otoritas, formalitas, ketegasan, dan stabilitas kepemimpinan.
Sementara itu, dasi biru muda mencerminkan semangat kerja atau representasi elemen masyarakat yang lebih spesifik. Pilihan tersebut berbeda dengan dasi biru metalik yang lebih tua yang dikenakan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Dana, psikologi busana dan politik internasional kerap mengaitkan warna biru metalik yang lebih tua dengan stabilitas, kepercayaan, otoritas yang tenang, serta visi modern.
"Perbedaan ini memperlihatkan sebagai satu kesatuan tim dengan karakter dan fungsi yang sengaja di buat tidak monolitik," kata Dana.
Selain jas dan dasi, Dana juga menyoroti penggunaan kopiah. Menurut dia, kopiah memiliki akar sejarah politik yang sangat sekuler dan nasionalis di Indonesia sehingga maknanya jauh melampaui simbolisme ritual agama tertentu sebagai identitas nasionalisme.
Aksesori lain yang turut menjadi perhatian ialah pin garuda dengan bendera merah putih. Dana menilai aksesori tersebut mencerminkan identitas resmi negara sekaligus menegaskan komitmen terhadap ideologi bangsa.
"Posisi pin di kerah kiri dekat jantung melambangkan nasionalisme yang mendalam dan tanggung jawab konstitusional," tambah Dana.
Dihubungi secara terpisah, Desainer sekaligus Advisory Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma melihat penampilan Gibran membuka peluang untuk membangun gaya modern statesman. Menurutnya, jas navy yang dikenakan sudah menunjukkan kesan formal dan rapi, tetapi masih dapat dikembangkan agar tampil lebih kontemporer dengan karakter Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media