Megapolitan . 25/09/2026, 21:03 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan penguatan sistem transportasi publik untuk menjawab tingginya mobilitas masyarakat di kawasan metropolitan Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sekitar empat juta orang setiap hari melakukan perjalanan keluar-masuk Jakarta dari wilayah penyangga. Pergerakan tersebut meningkat pada jam sibuk dan menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan transportasi di ibu kota.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta mempercepat transformasi transportasi publik dengan mengintegrasikan berbagai moda transportasi.
Integrasi tersebut mencakup MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Transjabodetabek, hingga kereta komuter. Saat ini, tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta disebut telah mencapai sekitar 93 persen.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat menjadi pembicara utama dalam Heat Roundtable di New York, Amerika Serikat, Minggu, 20 September 2026.
Forum tersebut menjadi ruang bagi para pemimpin kota dunia untuk bertukar pengalaman dan membahas tantangan panas perkotaan serta upaya memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.
“Kami sedang mengubah cara masyarakat bergerak melintasi Jakarta. Kami ingin menyediakan alternatif yang andal dan terjangkau selain kendaraan pribadi, sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi,” tutur Pramono dalam keterangannya, Jumat, 25 September 2026.
Selain mengintegrasikan jaringan transportasi, Pemprov DKI juga mendorong penggunaan armada yang lebih ramah lingkungan. Hingga 2026, Transjakarta mengoperasikan sekitar 4.792 armada, dengan 500 di antaranya merupakan bus listrik.
Penggunaan bus listrik tersebut menjadi salah satu bagian dari strategi untuk menekan emisi sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
Pemprov DKI juga menyiapkan perluasan jaringan MRT dan LRT Jakarta. Jaringan MRT yang saat ini sekitar 15,7 kilometer ditargetkan bertambah menjadi 46,5 kilometer pada 2034.
Sementara jaringan LRT Jakarta ditargetkan berkembang hingga mencapai 75 kilometer pada 2029.
Perluasan jaringan tersebut diarahkan untuk meningkatkan jangkauan transportasi publik sekaligus menyediakan lebih banyak pilihan perjalanan bagi warga Jakarta maupun masyarakat yang datang dari kawasan penyangga.
“Kami sedang mengubah cara masyarakat bergerak melintasi Jakarta. Kami ingin menyediakan alternatif yang andal dan terjangkau selain kendaraan pribadi, sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi,” pungkasnya.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media