Nasional . 06/10/2026, 21:24 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
"Jadi ini artinya dijamin untung tapi tidak bisa kemudian untung besar sekali. Tidak bisa, tidak boleh," kata Sudaryono.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin menjaga keseimbangan antara keberlanjutan kemitraan dan efisiensi penggunaan anggaran negara.
Di satu sisi, mitra dan investor tetap memiliki peran penting dalam menyediakan fasilitas dapur serta mendukung distribusi makanan bergizi.
Di sisi lain, pengelolaan program yang menggunakan dana APBN harus memastikan bahwa manfaat anggaran lebih banyak diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Dengan demikian, perubahan skema insentif diharapkan tidak menghilangkan peran mitra, melainkan mendorong pelaksanaan program yang lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sudaryono menegaskan bahwa efisiensi dan keadilan menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian skema insentif SPPG.
Menurutnya, setiap dapur memiliki kapasitas pelayanan yang berbeda sehingga mekanisme pembayaran perlu mempertimbangkan jumlah penerima manfaat.
Penerapan insentif berdasarkan jumlah porsi juga diharapkan membuat perhitungan anggaran lebih mudah disesuaikan dengan realisasi distribusi makanan.
BGN meminta mitra, yayasan, dan masyarakat mendukung kebijakan tersebut. Sudaryono mengingatkan bahwa program MBG bukan kegiatan yang hanya berlangsung sekali, melainkan program berkelanjutan yang membutuhkan kerja sama jangka panjang.
"Ini bukan kegiatan yang sekali, katakanlah sekali kerja sekali untung, ini kan terus-terusan," kata Sudaryono.
Karena program berlangsung secara berkesinambungan, pola kemitraan diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan dalam waktu singkat.
Keberlanjutan layanan, kualitas makanan, ketepatan penyaluran, dan tanggung jawab dalam penggunaan anggaran juga menjadi hal penting.
BGN pun menegaskan bahwa skema insentif Rp2.000 per porsi kembali diberlakukan mulai Senin, 5 Oktober 2026, sesuai keterangan Sudaryono.
Pelaksanaan kebijakan ini diarahkan untuk membuat pengeluaran program MBG lebih proporsional dengan jumlah makanan yang disalurkan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media