Kejagung Dalami Dugaan Kaitan Investasi Google di Gojek dengan Proyek Laptop Chromebook Kemendikbudristek

news.fin.co.id - 15/07/2025, 18:46 WIB

Kejagung Dalami Dugaan Kaitan Investasi Google di Gojek dengan Proyek Laptop Chromebook Kemendikbudristek

GoTo gojek tokopedia

fin.co.id - Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) terus menelusuri kemungkinan adanya hubungan antara investasi Google di Gojek dengan proyek pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kasus yang kini tengah diselidiki itu menyorot aliran dana besar dan hubungan erat sejumlah pihak yang pernah duduk di jajaran pimpinan Gojek.

“Ya itu yang mau didalami, makanya ada kaitan investasi, apakah itu mempengaruhi, apakah investasi itu betul,” ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, kepada awak media, Selasa, 15 Juli 2025.

Pertanyaan Besar: Apakah Investasi Google Berpengaruh pada Pengadaan Chromebook?

Menurut Harli, penyidik perlu memastikan apakah benar ada keterkaitan antara dana investasi Google di Gojek dan proses pengadaan Chromebook. Apalagi, pengadaan laptop senilai Rp9,9 triliun ini dibiayai oleh pemerintah dalam rangka mendukung program digitalisasi pendidikan.

Advertisement

“Ya kan lalu apakah kalau itu betul, apakah itu mempengaruhi terhadap pengadaan Chromebook, ya kan, nah karena kan pengadaan Chromebook ini pemerintah,” sambung Harli.

Informasi soal kemungkinan hubungan tersebut tengah digali dari keterangan para saksi yang sudah diperiksa, termasuk sosok penting seperti Nadiem Makarim, pendiri Gojek sekaligus eks Mendikbudristek, serta Andre Soelistyo, mantan CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

Jajaran Eks Gojek Diperiksa Kejagung

Pemeriksaan terhadap Nadiem Makarim pada Selasa, 15 Juli 2025, merupakan kali kedua dirinya dimintai keterangan oleh Kejagung. Sebelumnya, Nadiem menjalani pemeriksaan pertama pada Senin, 23 Juni 2025, yang berlangsung hampir 12 jam dengan 31 pertanyaan dilontarkan penyidik.

Selain Nadiem, penyidik juga memeriksa Andre Soelistyo pada Senin, 14 Juli 2025. Andre diketahui pernah menduduki posisi Direktur di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek), sebelum menjabat sebagai CEO GoTo. Kejagung berusaha mengurai apakah ada jejak hubungan antara jabatan para eksekutif Gojek dengan proyek Chromebook yang digelar oleh Kemendikbudristek.

“Nah semua itulah makanya pihak-pihak itu dipanggil ya mulai beberapa waktu yang lalu hingga saat ini ya, saya kira begitu ya,” tutur Harli.

Investasi Google dan Proyek Chromebook

Investasi Google di Gojek menjadi salah satu sorotan penyidikan. Pada pertengahan 2019, Gojek menerima pendanaan Seri F senilai sekitar 1 miliar dolar AS atau setara Rp14 triliun (asumsi kurs Rp14.000 saat itu), dari Google bersama beberapa investor lain. Saat itu, Nadiem masih memimpin Gojek.

Setelah Nadiem menjadi Menteri, hubungan antara Kemendikbudristek dan Google berlanjut dalam bentuk kerja sama pengadaan laptop berbasis Chrome OS, sistem operasi milik Google. Laptop Chromebook itulah yang kini menjadi pokok perkara yang sedang diselidiki Kejagung, khususnya terkait potensi korupsi dalam proyek pengadaan tahun 2019–2022.

Advertisement

Tidak hanya soal perangkat keras, kolaborasi Kemendikbudristek dan Google juga mencakup inisiatif Google for Education, proyek perakitan Chromebook di dalam negeri, serta sistem cloud untuk basis data guru dan platform Belajar.id.

Rapat yang Jadi Sorotan Penyidik

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID