fin.co.id - Pemerintah genjot pembersihan kayu sisa bencana di Sumatera Utara dan Aceh. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan puluhan alat berat dan ratusan personel untuk membersihkan tumpukan kayu yang menghambat akses dan merusak fasilitas umum pascabanjir. Fokus utama saat ini adalah di Langkahan, Aceh Utara, dan beberapa titik strategis di Sumatera Utara.
Intisari :
- Upaya pembersihan kayu sisa bencana terus masif dilakukan oleh Kemenhut di berbagai wilayah terdampak di Sumatera.
- Aceh Utara, khususnya Langkahan, menjadi prioritas utama karena adanya hambatan akses akibat tumpukan kayu pascabanjir.
- Sebanyak 103 batang kayu atau 93,11 meter kubik berhasil dikumpulkan dan diukur di lokasi kejadian, menunjukkan progres nyata dalam pembersihan.
Aksi Cepat Kemenhut di Langkahan, Aceh Utara
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, menegaskan bahwa penanganan dan pembersihan kayu sisa bencana di Sumatera terus berjalan. "Pembersihan difokuskan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, yang masih mengalami hambatan akses akibat tumpukan kayu sisa banjir," ungkapnya.
Upaya ini sangat krusial untuk membuka kembali akses yang terputus dan memulihkan aktivitas warga. Kayu-kayu yang berhasil dikumpulkan dan masih bisa dimanfaatkan langsung dikumpulkan di lokasi kejadian.
Tim BPHL telah melakukan pengukuran terhadap kayu tersebut. Hasilnya sungguh signifikan, mereka berhasil mengumpulkan sebanyak 103 batang kayu, yang setara dengan 93,11 meter kubik.
Ini bukan pekerjaan mudah, mengingat skala bencana yang terjadi. Namun, tim Kemenhut tak gentar.
Mereka bekerja keras demi meringankan beban korban bencana.
Kolaborasi Lintas Instansi dan Kekuatan Alat Berat
Keberhasilan pembersihan ini tidak terlepas dari kolaborasi apik antarlembaga. Tim Kemenhut terdiri dari berbagai balai, seperti BBTNGL, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), serta Balai Gakkum Wilayah Sumatera.
Mereka bergabung dengan tim lain untuk mengerahkan kekuatan penuh. Total ada 23 unit alat berat yang dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.
Kemenhut sendiri menyumbang 21 unit alat berat.
Ini termasuk 10 ekskavator capit yang cekatan mengangkat material, sembilan ekskavator standar, dan dua buldozer yang siap meratakan puing-puing.
Tidak berhenti di situ, TNI juga turut berkontribusi dengan menyumbangkan masing-masing satu buldozer dan ekskavator.