Masyarakat Resah! Beredar Isu Pencairan BSU Rp600.000 Januari 2026, Kemnaker Akhirnya Buka Suara

news.fin.co.id - 11/01/2026, 17:36 WIB

Masyarakat Resah! Beredar Isu Pencairan BSU Rp600.000 Januari 2026, Kemnaker Akhirnya Buka Suara

Cara Cek BSU Tahap 7, Ilustrasi oleh Eko Anug dari Pixabay

Intisari Berita:

  • Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengklarifikasi jadwal pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp600.000.
  • Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai penyaluran BSU pada tahun 2026.
  • Masyarakat diimbau waspada terhadap segala bentuk informasi palsu terkait BSU 2026 dan hanya merujuk pada kanal resmi Kemnaker.

fin.co.id - Kabar pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 yang santer beredar di media sosial dan pesan berantai menjelang Januari 2026 ternyata berbuntut panjang.

Advertisement

Banyak pihak yang mulai bertanya-tanya kebenaran informasi tersebut, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat pekerja.

Menyikapi hal ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akhirnya angkat bicara, memberikan klarifikasi tegas terkait jadwal pencairan BSU yang dinanti-nantikan.

Dalam sebuah siaran pers yang dirilis pada Rabu (7/1/2026), Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, secara gamblang menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan maupun informasi resmi mengenai penyaluran BSU pada tahun 2026.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada informasi apa pun terkait BSU tahun 2026,” tegas Faried.

Pernyataan ini tentu menjadi penyejuk sekaligus pengingat penting bagi masyarakat yang tengah menanti kabar baik tersebut.

Faried juga mengingatkan, apabila di kemudian hari terdapat kebijakan baru terkait BSU, Kemnaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi yang terverifikasi. (*)

“Jika ke depan terdapat kebijakan baru, Kemnaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi,” tambahnya.

Langkah Kemnaker ini merupakan respons terhadap maraknya unggahan di media sosial, pesan berantai, bahkan berita di beberapa media massa yang mencatut program BSU 2026.

Informasi yang beredar tersebut seringkali menyesatkan, bahkan berpotensi besar menjadi modus penipuan.

Advertisement

Faried secara khusus mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya pada hoaks serta disinformasi yang mengatasnamakan program BSU.

Terutama, katanya, yang mengarahkan pada tautan pendaftaran tidak resmi.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID