Gebrakan Awal Tahun! Bank Indonesia Borong SBN Rp23,7 Triliun Demi Ekonomi Rakyat

news.fin.co.id - 27/01/2026, 19:36 WIB

Gebrakan Awal Tahun! Bank Indonesia Borong SBN Rp23,7 Triliun Demi Ekonomi Rakyat

Agenda Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK - Bianca Khairunnisa -

fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari Bank Indonesia (BI)! Otoritas moneter kita baru saja menggelontorkan dana fantastis sebesar Rp23,7 triliun untuk memborong Surat Berharga Negara (SBN) di awal tahun 2026.

Langkah masif ini sontak memancing perhatian para pelaku pasar, terlebih di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi global yang kian memanas.

Ringkasan :

  • BI membeli SBN senilai Rp23,7 triliun di awal 2026 untuk dukung program ekonomi kerakyatan.
  • Langkah ini merupakan sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk stabilitas sektor keuangan nasional.
  • BI juga siapkan skema remunerasi perbankan dan perkuat pasar uang demi ekspansi kredit.

Advertisement

Gubernur BI, Perry Warjiyo, akhirnya buka suara dan membeberkan alasan di balik suntikan dana jumbo tersebut.

Aksi beli SBN ini ternyata bukan sekadar intervensi pasar biasa, melainkan sebuah misi besar untuk memompa dana ke program-program yang menyentuh langsung masyarakat kelas bawah.

“Dalam kaitan ini, sebagian SBN dimaksud dipergunakan pemerintah untuk pendanaan program ekonomi kerakyatan,” ungkap Perry.

Program-program tersebut mencakup sektor krusial seperti perumahan rakyat dan pemberdayaan koperasi desa.

Dengan begitu, BI memastikan aliran dana mengalir langsung ke sektor riil yang paling membutuhkan.

Sinergi Fiskal-Moneter: Fokus Menyelamatkan Perumahan dan UMKM Desa

Keputusan strategis BI ini merupakan bukti nyata sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal pemerintah.

Dengan membeli obligasi negara, BI memberikan amunisi finansial yang memadai bagi pemerintah untuk menggerakkan proyek-proyek vital.

Advertisement

Perry Warjiyo menegaskan, stabilitas sektor keuangan nasional tetap kokoh berdiri, kendati tensi perdagangan global dan isu geopolitik sedang memuncak.

Namun, BI tak berhenti di situ saja.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID