TKA Mulai Diterapkan di Sekolah, DPR Ingatkan Hasil Tes Tak Boleh Jadi Penentu Kelulusan

news.fin.co.id - 12/04/2026, 17:34 WIB

TKA Mulai Diterapkan di Sekolah, DPR Ingatkan Hasil Tes Tak Boleh Jadi Penentu Kelulusan

Tes Kemampuan Akademik (ist)

fin.co.id - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mulai bergulir pada awal April 2026.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah baru pemerintah dalam memetakan kemampuan akademik siswa di Indonesia. Namun, sejumlah pihak mengingatkan agar hasil tes tersebut tidak dijadikan penentu kelulusan ataupun syarat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Salah satu suara yang menyoroti hal tersebut datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti. Ia menilai pelaksanaan TKA memang dapat menjadi instrumen penting untuk melihat perkembangan kemampuan siswa. Akan tetapi, penggunaan hasil tes harus dilakukan secara hati-hati dan tidak boleh disamaratakan antar-daerah.

Advertisement

Menurut Esti, hasil Tes Kemampuan Akademik sebaiknya diposisikan sebagai alat evaluasi pembelajaran, bukan sebagai faktor yang menentukan nasib pendidikan siswa.

“Dan harus dipastikan bahwa hasil TKA tidak dijadikan untuk variabel kelulusan maupun untuk kelanjutan pendidikan siswa,” ujar Esti dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Pelaksanaan TKA yang dimulai pada awal April dianggap sebagai arah baru dalam sistem evaluasi pendidikan nasional. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menerapkan asesmen ini untuk memotret kemampuan akademik siswa secara lebih komprehensif.

Untuk jenjang SMP, TKA mulai dilaksanakan sejak 6 April 2026, sementara jadwal untuk jenjang lain disesuaikan dengan kebijakan masing-masing wilayah.

Meski demikian, Esti menegaskan bahwa perhatian utama tidak seharusnya hanya terfokus pada pelaksanaan tes. Hal yang lebih penting adalah bagaimana hasil dari TKA dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah.

“Yang perlu dicermati bukan hanya pelaksanaan tesnya, tetapi bagaimana hasil TKA nanti benar-benar diterjemahkan menjadi koreksi terhadap kualitas pembelajaran di ruang kelas,” jelasnya.

Dengan kata lain, hasil tes tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi sistem pendidikan, bukan sekadar angka yang menilai kemampuan siswa secara kaku.

Pentingnya Tes IQ dan EQ Sejak Dini

Selain menyoroti pelaksanaan TKA, Esti juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penerapan tes IQ dan EQ sejak anak akan memasuki sekolah dasar.

Advertisement

Menurutnya, tes kemampuan dasar tersebut dapat membantu memetakan potensi anak sejak dini sehingga arah pembelajaran dapat disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing siswa.

Ia menilai pendekatan pendidikan tidak seharusnya memaksakan semua siswa memiliki kemampuan yang sama.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID