Ekonomi . 08/09/2026, 17:20 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah memperkuat langkah perlindungan sosial untuk mengantisipasi dampak fenomena El Niño yang berpotensi memengaruhi kondisi masyarakat. Salah satunya dengan memperpanjang program bantuan beras hingga akhir 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bantuan beras yang telah disalurkan hingga September mencapai total 30 kilogram. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, penyaluran bantuan tersebut akan dilanjutkan selama tiga bulan terakhir tahun ini.
"Yang kedua tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Niño dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini, termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg," kata Airlangga, Selasa, 8 September 2026.
Menurut Airlangga, perpanjangan bantuan beras menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga daya tahan masyarakat apabila El Niño memberikan tekanan terhadap kondisi sosial dan ekonomi.
"Dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan bantuan beras sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Dengan adanya potensi El Niño, program perlindungan sosial tersebut kembali diperkuat hingga penghujung tahun.
Selain mengantisipasi dampak El Niño, pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap efek berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Airlangga mengatakan daerah yang terdampak bencana berpotensi mengalami perlambatan aktivitas ekonomi karena kegiatan masyarakat ikut terganggu.
"Di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi dan kami masih monitor program-program apa yang terkena dan di berbagai provinsi tersebut," katanya.
Pemerintah turut memperhatikan dampak erupsi sejumlah gunung api terhadap aktivitas masyarakat. Airlangga menyebut terdapat sekitar lima hingga enam gunung di Indonesia yang aktivitasnya ikut dipantau.
Gangguan tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi barang. Sektor penerbangan menjadi salah satu yang terdampak karena memiliki peran penting dalam pengiriman kargo.
"Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan karena sektor penerbangan kan juga ada kaitannya dengan kargo," ujar Airlangga.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media