Warna Lapangan: Biru, hijau atau cokelat tanah
Lapangan Padel memiliki standar internasional yang ditetapkan FIP (Federasi Padel Internasional).
Siapa saja yang bisa main Padel? Jawabnya semua orang. Tapi selama ini Padel kerap dimainkan oleh kalangan menengah ke atas.
Bahkan tidak sedikit yang menyebut Padel olahraga Sultan (istilah bagi orang berduit alias orang kaya).
Harga sewa lapangannya selangit. Untuk menikmati dua jam main Padel, Anda harus merogoh kocek Rp 800.000 hingga Rp 1.100.000.
Bandingkan dengan futsal atau badminton. Jauh lebih murah. Futsal paling mahal Rp200.000 (weekday) hingga Rp250.000 (weekend).
Itu dibagi tim. Artinya per orang Rp20.000. Sedangkan Badminton per orang Rp50.000 atau Rp25.000 per orang jika dimainkan ganda.
Meski tergolong mahal, animo terhadap Padel justru melonjak tinggi.
Untuk sewa lapangan saja antrean bisa panjang. Bahkan hingga berminggu-minggu.
Harga bukan penghalang buat Padelista (sebutan pemain Padel). Yang terpenting punya kesempatan merasakan euforia di lapangan.
Tak heran jika kini lapangan Padel menjamur. Walaupun tarifnya gak murah, peminatnya tetap banyak.
Fenomena Padel ini tak lepas dari nilai rupiah yang berputar signifikan. Dari sisi bisnis, Padel adalah ladang cuan potensial.
Di Republik Padel di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, misalnya. Baru dibuka dua bulan.
Tapi, lapangan selalu full booking. Mulai Pukul 06.00 pagi hingga 12.00 WIB. Termasuk 14 hari ke depannya. Baik weekday maupun weekend.
Carolina Lagut, seorang Padelista menyebut rata-rata sewa lapangan di Jakarta adalah Rp 450.000 per jam. Minimal 4 pemain. Sedangkan di Bogor lebih murah. Rp 350.000 per jam.