Ketika Semua Terpadel-Padel

news.fin.co.id - 18/07/2025, 10:51 WIB

Ketika Semua Terpadel-Padel

Ilustrasi olahraga padel yang menjadi tren dan gaya hidup. (Mas Dhimas)

Dengarkan Tubuh Anda: Segera istirahat jika merasa nyeri dada, pusing, mual, sesak napas ekstrem. Atau detak jantung tidak teratur. Jangan memaksakan diri.

Atur Waktu Tidur: Beri jeda minimal 1-2 jam antara sesi padel dan waktu tidur.

Konsultasi Medis: Bagi yang berusia di atas 35 tahun, memiliki riwayat penyakit kronis (jantung, diabetes, asma), atau jarang berolahraga, sangat disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum memulai Padel intensif.

Olahraga Berat atau Semi-Profesional?

Padel jelas bukan olahraga semi-profesional. Kategorinya olahraga cukup berat atau intensif. Terutama jika dimainkan dengan ritme cepat.

Fisioterapis Olahraga dokter Bagus Wicaksono mengatakan risiko cedera teknis dalam padel meliputi:

Gerakan Lateral & Perubahan Arah Mendadak: Menuntut kekuatan dan stabilitas sendi lutut, pergelangan kaki, dan pinggul, meningkatkan risiko terkilir atau robekan ligamen.

Teknik Pukulan & Penggunaan Otot Lengan: Pukulan yang salah dapat menyebabkan cedera bahu (rotator cuff injury) atau siku (tennis elbow).

Dampak pada Persendian (Jumping & Landing): Setiap pendaratan menciptakan dampak pada sendi lutut dan pergelangan kaki, memicu peradangan atau cedera degeneratif.

Benturan dengan Dinding atau Rekan: Risiko memar, benturan kepala, atau cedera ekstremitas akibat kecepatan bola dan pemain.

Khusus penderita riwayat jatuh atau masalah sesak napas kronis, Padel menuntut perhatian ekstra. 

"Padel adalah olahraga yang menuntut perubahan arah mendadak. Akselerasi, deselerasi cepat dan reaksi instan. Ini sangat menguji sistem keseimbangan," kata spesialis paru dan ahli rehabilitasi medik, dokter Karina Dewi. 

Risiko utamanya adalah peningkatan cedera serius. Seperti cedera kepala, patah tulang, atau cedera ligamen parah jika jatuh di lapangan keras atau bertabrakan dengan dinding kaca.

Diciptakan di Amerika Latin, Berkembang di Bali

Padel, diciptakan sejak 1969 oleh Enrique Corcuera dari Meksiko. Namun baru ngetren di Indonesia dalam dua hingga tiga tahun terakhir. 

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID