Di lokasi seperti Pulang Pisau, Kapuas, Humbang Hasundutan, dan Sumba Tengah, produktivitas gabah meningkat. Hal ini menunjukkan potensi optimalisasi lahan marginal.
Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan petani adalah kunci sukses untuk model pertanian modern berkelanjutan.
Khudori menyoroti pentingnya diversifikasi basis produksi pangan dari Jawa ke luar Jawa.
Menurutnya, program Food Estate dapat menjadi fondasi yang kuat untuk secara bertahap memindahkan pusat produksi pangan nasional.
"Lewat program ini, kita membangun fondasi yang benar. Baik untuk menambah lahan pangan maupun secara bertahap memindahkan basis produksi pangan dari Jawa ke luar Jawa," tuturnya.
Dia berpandangan kelanjutan program ini sangat diperlukan. Tantangannya adalah bagaimana pemerintah dapat merancang dan melaksanakan program ini dengan matang.
Selain melibatkan para ahli, yang penting dilakukan adalah memastikan teknologi pertanian yang tepat diterapkan di lahan-lahan yang karakteristiknya berbeda dari lahan di Jawa.
Dengan komitmen kuat dari Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan dan menyempurnakan program ini, diharapkan Food Estate tidak hanya menjadi solusi jangka panjang bagi ketahanan pangan.
Tetapi juga dapat menjadi model pembangunan pertanian modern yang berkelanjutan dan berbasis teknologi.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan petani menjadi kunci utama untuk memastikan program ini mencapai tujuan mulianya: mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
"Food Estate adalah jawaban untuk pertanian skala ekonomi. Program ini berpotensi membawa multiplier effect pada modernisasi pertanian nasional," ujar Guru Besar IPB Dr. Sujarwo saat dihubungi Disway pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Pakar agronomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menilai program Food Estate sebagai sebuah terobosan strategis yang penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Juga mendorong modernisasi sektor pertanian di Indonesia.
Menurut Sujarwo, konsep Food Estate yang mengintegrasikan pertanian, perkebunan, hingga peternakan dalam skala luas merupakan langkah berani dan visioner.
Ia menegaskan untuk mencapai kedaulatan pangan, Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada pola pertanian tradisional yang berskala kecil dan tidak efisien.
Sujarwo menambahkan dengan pengelolaan skala korporasi, nilai tambah dari produk pertanian akan semakin terbuka lebar.