Wujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia

news.fin.co.id - 22/08/2025, 09:53 WIB

Wujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia

INDONESIA berupaya keras mengukuhkan posisinya sebagai negara yang berdaulat secara pangan. Program lumbung pangan nasional jadi salah satu agenda prioritas.

Menurutnya hingga bulan Mei 2025, Pupuk Indonesia sudah menyalurkan lebih dari 3 juta ton pupuk, dari alokasi 9,5 juta ton.

"Kita juga masih mempunyai stok pupuk sebanyak 2 juta ton. Rinciannya 1,4 juta ton pupuk bersubsidi dan 600 ribu ton adalah pupuk nonsubsidi,” jelasnya.

Ia menambahkan, stok pupuk bersubsidi tersebut saat ini sudah tersebar di 27.000 kios resmi yang ada di seluruh Indonesia.

Untuk menjaga ketersediaan, Pupuk Indonesia mengoptimalkan teknologi dengan mengimplementasikan digitalisasi semua kios yang ada. Salah satunya dengan aplikasi i-Pubers.

Dengan digitalisasi ini, dapat tercatat berapa pupuk yang sudah petani tebus. Juga sisa alokasi yang masih bisa ditebus.

Ketika pupuk bersubsidi ditebus petani, Pupuk Indonesia melalui command center juga bisa meng-capture data seluruh Indonesia secara real time. Data yang di-capture bukan hanya data numerik saja. Namun juga visualnya.

“Kita pastikan seluruh stok itu sudah tersebar di seluruh wilayah melalui jaringan penjualan,” papar Rahmad.

DKI Jakarta Siap Berkontribusi (H-4)

Pemprov DKI Jakarta mendukung program nasional dengan lahan 6 hektare di Kepulauan Seribu (Pulau Tidung Kecil, Pulau Karya, Pulau Kelapa) untuk pertanian dan peternakan.

Kepala Dinas KPKP Hasudungan Sidabalok mengatakan pihaknya sudah melakukan kajian pengembangan Lumbung Pangan di Kepulauan Seribu.

Dengan rencana tanam sayuran, jeruk, kelapa, dan ternak itik untuk kebutuhan lokal. Hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan sayur masyarakat Kepulauan Seribu dan wisatawan.

"Sudah kita lakukan kajian pengembangan Lumbung Pangan di Kepulauan Seribu," kata Hasudungan saat dikonfirmasi Disway.id pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Dari hasil kajian, rencananya 6 hektare lahan tersebut bakal ditanami komoditas sayuran, buah jeruk, dan kelapa.

Selain sayur dan buah, di lahan itu Dinas KPKP juga akan melakukan pengembangan ternak itik.

"Hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan sayur masyarakat Kepulauan Seribu dan wisatawan," pungkasnya.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID