Mereka pertama kali bertemu saat melaporkan diri ke KBRI Kamboja pada akhir November 2025 dan memilih untuk bersembunyi bersama karena trauma. Di antara para korban, terdapat seorang wanita bernama Aisyah yang diketahui sedang hamil enam bulan.
Selama proses pemulangan, Polri menjamin perlindungan dan tempat tinggal sementara bagi mereka. Setelah semua izin keluar rampung, seluruh korban tiba di Indonesia pada Jumat ini.
"Tim penyelidik Desk Ketenagakerjaan Polri berhasil memulangkan para korban dengan selamat dan saat ini telah berada bersama-sama dengan kita sekalian," tambah Irhamni.
Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, mulai dari Kementerian Luar Negeri, KBRI Phnom Penh, hingga BP2MI. Ia menyebut operasi ini sebagai bagian dari menjalankan amanat Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan warga negara.
“Langkah ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Astacita poin ke-7. Dalam hal ini, Polri hadir untuk memastikan supremasi hukum dan bersama stakeholder lainnya melakukan perlindungan maksimal bagi warga negara dari segala bentuk eksploitasi dan kejahatan tindak pidana perdagangan orang,” tegasnya. *