Bukti rekaman kamera pengawas menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap kasus ini. Dari CCTV yang diperiksa penyidik, terlihat beberapa warga negara asing keluar masuk villa yang disewa oleh tersangka.
Kesaksian warga sekitar juga memperkuat dugaan adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut beberapa hari sebelum Igor dilaporkan hilang.
Temuan ini membuat polisi semakin yakin penculikan tersebut melibatkan sebuah jaringan atau komplotan.
Kasus ini semakin mengerikan setelah masyarakat menemukan potongan tubuh manusia di pesisir Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar.
Beberapa ciri fisik yang ditemukan. Termasuk tato yang mirip dengan milik Igor Komarov, membuat polisi menduga potongan tubuh tersebut adalah milik korban.
Tim forensik dari RSUP Prof. Ngoerah bersama Polda Bali mencocokkan Sampel DNA pembanding telah dikirim langsung dari Ukraina oleh ibu kandung Igor Komarov. Hasilnya identik.
Kronologi Hilangnya Igor Komarov di Bali
Laporan hilangnya Igor Komarov diterima Polsek Gianyar pada 21 Februari 2026 malam. Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan awal. Berikut kronologinya:
- 19–20 Februari 2026: Igor Komarov diduga diculik di kawasan Kuta Selatan atau perbatasan Gianyar.
- 21 Februari 2026 pukul 21.00 WITA: Laporan resmi kehilangan diterima kepolisian.
- 21 Februari 2026 pukul 21.45 WITA: Razia Kamtibmas digelar di Simpang Jalan Raya Tulikup–Sidan, memeriksa 120 mobil dan 50 motor dengan hasil nihil.
Igor Komarov berada di Bali bersama Yermak Petrovsky dan pacarnya, blogger Ewa Miszałowa. Petrovsky disebut berhasil melarikan diri. Sementara Igor ditangkap.
Sehari sebelum penculikan, mereka dilaporkan terlibat cekcok dengan kelompok kriminal lokal karena dianggap terlalu mencolok dan berisik.
Keesokan harinya, Igor dilaporkan ditabrak mobil saat bersepeda sebelum akhirnya menghilang. Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian publik Indonesia. Tetapi juga media besar di Ukraina, Rusia, hingga Polandia.
Media sosial dipenuhi perdebatan panas tentang keterlibatan mafia kripto lintas negara.
Banyak pihak menilai peristiwa ini bukan sekadar penculikan biasa. Melainkan bagian dari perang dingin dunia bawah tanah antara jaringan Ukraina dan Rusia.