Meski telah melepas seragam cokelatnya, Vicky menegaskan komitmennya terhadap keadilan.
Ia bahkan sempat berkirim surat kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk meminta keadilan. Namun sayangnya tidak ada respon dari Sang Jenderal.
“Kapan pun baju cokelat ini bisa tanggal. Tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA. I Love KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. I Quit,” tulis Vicky dalam unggahan emosional di Instagram pribadinya.
Fakta-Fakta Kasus Tas Ramah Lingkungan Minahasa
Kasus ini sebenarnya sudah menjadi sorotan sejak lama, namun sempat meredup. Berikut perjalanan kasus yang diusut oleh Aipda Vicky Katiandagho:
- Januari 2021: Penyelidikan awal dimulai atas dugaan penyimpangan anggaran pengadaan tas.
- Februari 2024: Kasus sempat dihentikan sementara karena salah satu pihak yang terlibat berstatus sebagai Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilu 2024 guna menjaga netralitas.
- September 2024: Kasus ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah gelar perkara di Ditreskrimsus Polda Sulut menunjukkan bukti pidana yang kuat.
- April 2026: Pasca Vicky Katiandagho mundur, berkas perkara dilaporkan dikembalikan oleh jaksa karena tidak adanya tindak lanjut penyidikan.
Hingga saat ini, pihak Polda Sulawesi Utara belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan intervensi pejabat utama maupun nasib kelanjutan kasus korupsi tas ramah lingkungan tersebut.